S&P Tetapkan Rating RI BBB, Bos BI: Bukti Kepercayaan Global Terjaga

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 14/07/2026 07:55 WIB
Foto: Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat mengikuti rapat kerja dengan Banggar DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil. Keputusan tersebut menegaskan posisi Indonesia tetap berada dalam kategori layak investasi (investment grade) di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.

Dalam laporan yang dirilis pada 13 Juli 2026, S&P menilai pelemahan sejumlah indikator fiskal dan eksternal Indonesia saat ini bersifat sementara dan berpotensi membaik seiring stabilnya arah kebijakan pemerintah serta implementasi yang lebih efektif.


S&P juga memperkirakan penerimaan negara akan terus pulih sepanjang tahun ini, sementara pendapatan ekspor berpotensi meningkat sejalan dengan membaiknya harga komoditas global.

Selain itu, kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dan pendapatan ekspor dari sektor sumber daya alam dinilai mampu memperkuat posisi fiskal Indonesia dalam jangka menengah, terutama jika perubahan kebijakan lebih terukur dan dapat diprediksi oleh pelaku usaha.

Lembaga pemeringkat asal Amerika Serikat itu juga menilai komitmen pemerintah menjaga defisit fiskal di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi salah satu faktor utama yang menopang prospek stabil Indonesia.

Menanggapi keputusan tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan afirmasi rating dari S&P mencerminkan tetap kuatnya kepercayaan investor dan pemangku kepentingan internasional terhadap perekonomian Indonesia.

"Afirmasi S&P atas sovereign credit rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid," kata Perry dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2026).

Menurut Perry, penilaian positif tersebut tidak terlepas dari eratnya sinergi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan di tengah meningkatnya risiko global.

Ia menegaskan, Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Peluang Naik Rating

Dalam laporannya, BI melihat S&P juga memberikan sinyal peluang kenaikan peringkat Indonesia di masa mendatang apabila terjadi penguatan struktural pada indikator fiskal dan eksternal.

Dari sisi fiskal, peningkatan rating dapat terjadi jika pemerintah mampu menurunkan defisit anggaran secara berkelanjutan melalui peningkatan penerimaan negara, penurunan biaya pembiayaan, dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Sementara dari sisi eksternal, kenaikan rating akan ditopang oleh membaiknya indikator seperti penurunan utang luar negeri serta berkurangnya kebutuhan pembiayaan eksternal bruto (gross external financing needs).

Untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik, Perry menegaskan BI akan terus mempererat koordinasi dengan pemerintah, khususnya dalam menyinergikan kebijakan moneter dan fiskal guna meredam dampak ketidakpastian global, termasuk risiko yang berasal dari konflik di Timur Tengah.

Selain itu, koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus mendukung pembiayaan berbagai program prioritas pemerintah.

"Kami akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dan KSSK agar stabilitas sistem keuangan tetap terjaga serta pembiayaan bagi program-program prioritas nasional dapat berjalan optimal," ujar Perry.

Dengan keputusan tersebut, Indonesia kembali mempertahankan status investment grade di tengah tantangan global yang masih membayangi perekonomian dunia, mulai dari gejolak geopolitik hingga ketidakpastian arah suku bunga global.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ada Peringatan Dari S&P, IHSG Anjlok ke Zona Merah