Emas Masih Jadi Mesin Utama Pertumbuhan ANTM
Jakarta, CNBC Indonesia - Bisnis emas masih bakal menjadi mesin utama pertumbuhan PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) ke depan. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat harga emas dunia masih tercatat cukup tinggi, meski dalam tren pelemahan.
Berdasarkan pantauan pasar, harga emas dunia tercatat di kisaran US$4.108-US$4.134 pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026. Kenaikan harga emas dunia terjadi akibat ketegangan geopolitik dan pelemahan ekonomi global yang mendorong permintaan emas fisik maupun investasi.
Sehingga tidak heran jika hingga kuartal I-2026 kinerja ANTM masih tercatat positif dengan membukukan laba periode berjalan sebesar Rp3,66 triliun. Jumlah ini meningkat 58% dibandingkan Triwulan I-2025 sebesar Rp2,32 triliun.
Dengan tingginya permintaan dan minat investasi di masyarakat, ANTM pun terus berkomitmen dalam mendorong kedaulatan emas nasional. Hal tersebut telah dibuktikan lewat penandatanganan Gold Sales and Purchase Agreement(GSPA) dengan PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) beberapa bulan lalu.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis ANTM dalam memperkuat kedaulatan emas nasional sekaligus memastikan kesinambungan pasokan bahan baku industri emas domestik.
Masing-masing GSPA berlaku selama dua tahun dengan volume transaksi sebesar 6 metric ton emas per tahun. Dalam skema ini, ANTM bertindak sebagai pembeli, sementara BSI dan PETS sebagai penjual.
Direktur Komersial ANTM, Handi Sutanto menegaskan bahwa yang didahulukan dalam kerja sama ini adalah kepentingan kedaulatan emas nasional. Bagi ANTM, emas bukan sekadar komoditas, tetapi bagian dari kedaulatan bangsa.
"Peran ANTAM adalah connecting mines to market, menghubungkan hasil galian tambang bumi Indonesia hingga menjadi emas murni yang siap dimiliki masyarakat," ungkapnya
"Dengan perjanjian ini, Kami memperkuat visi emas ANTAM sebagai emas yang bersumber dari tambang Indonesia, dimurnikan di satu-satunya dan tertua refinery bersertifikasi LBMA di Indonesia, lalu dipersembahkan kembali kepada bangsa sebagai emas yang tahan uji dan diwariskan lintas generasi," tambah Handi.
source on Google [Gambas:Video CNBC]