Cari Dana Rp32 T, Pemerintah Lelang 9 Seri Surat Utang Hari Ini

Arrijal Rachman, CNBC Indonesia
Selasa, 07/07/2026 07:25 WIB
Foto: Suasana Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta, Rabu (10/1/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan akan melelang 9 seri surat utang negara (SUN) tenor pendek dan panjang pada hari ini, Selasa (7/7/2026) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2026.

Target indikatif dari lelang pada hari ini mencapai Rp32 triliun dengan target maksimal sebesar 150% dari target indikatif alias sebesar Rp48 triliun.


"Pelaksanaan lelang dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik (PMK No. 168/PMK.08/2019)," dikutip dari pengumuman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan hari ini.

Lelang akan dibuka pada pukul 09.00 WIB dan ditutup pada 11.00 WIB. Tanggal setelmen dijadwalkan dua hari setelahnya,yakni pada 9 Juli 2026.

Adapun SUN yang akan dilelang untuk tenor pendek berupa surat perbendaharaan negara (SPN) seri SPN01260808 (New Issuance) dengan tanggal jatuh tempo 8 Agustus 2026 dan tingkat kupon diskonto, serta SPN12261008 (Reopening) yang jatuh tempo pada 8 Oktober 2026 dan SPN12270708 (New Issuance) jatuh tempo 8 Juli 2027.

Sementara itu, untuk SUN yang dilelang tenor panjang berupa Obligasi Negara (ON) seri FR0109 (Reopening), FR0108 (Reopening), FR0106 (Reopening), FR0107 (Reopening), FR0102 (Reopening), dan FR0105 (Reopening).

Tingkat kupn Seri FR0109 (Reopening) sebesar 5,875% degan tanggal jatuh tempo 15 Maret 20231, FR0108 (Reopening) 6,5% dengan jatuh tempo 15 April 2036, FR0106 (Reopening) 7,125% dengan jatuh tempo 15 Agustus 2040, FR0107 (Reopening) 7,125 jatuh tempo pada 15 Agustus 2045, FR0102 (Reopening) 6,875% jatuh tempo 15 Juli 2054, dan FR0105 (Reopening) 6,875% jatuh tempo pada 15 Juli 2064.

Dealer utama peserta lelang yang telah ditunjuk untuk lelang seri SUN itu ialah Citibank N.A., Deutsche Bank AG, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Central Asia, Tbk., PT Bank Danamon Indonesia, Tbk., PT Bank Maybank Indonesia, Tbk., PT Bank Mandiri (Persero), Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk., PT Bank OCBC NISP, Tbk., PT Bank Panin, Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk., PT Bank Permata, Tbk., PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Bank ANZ Indonesia., Standard Chartered Bank, JP Morgan Chase Bank N.A., PT. BRI Danareksa Sekuritas, PT. Mandiri Sekuritas, PT. Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk, PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk.

Termasuk ke dalam peserta lelang SUN ini Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Bank Indonesia (BI).

Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price).

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

Pemerintah memiliki hak untuk menjual kesembilan seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan.

SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta Rupiah).

"Pada prinsipnya, semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang. Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui Peserta Lelang sebagaimana diatur dalam PMK No. 168/PMK.08/2019," sebagaimana tertera dalam pengumuman lelang.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rupiah & IHSG Anjlok, Ini Instrumen Pilihan Manajer Investasi