Nasib Saham BREN Setelah Pengumuman MSCI
Jakarta, CNBC Indonesia — Di tengah derasnya aksi jual investor asing yang mencapai Rp1,17 triliun pada perdagangan Rabu (24/6/2026), sejumlah saham justru masih menjadi incaran pelaku pasar global.
Investor asing kabur dari pasar modal Tanah Air seiring dengan pengumuman MSCI mengenai hasil tinjauan klasifikasi pasar modal Indonesia.
MSCI memutuskan untuk memperpanjang masa pemantauan (review) status pasar modal Indonesia hingga November 2026, sehingga Indonesia untuk sementara tetap mempertahankan status sebagai pasar berkembang (emerging market).
Namun MSCI menegaskan masih akan mengevaluasi efektivitas reformasi yang dilakukan regulator dan membuka kemungkinan langkah lanjutan, termasuk konsultasi terkait potensi penurunan status apabila implementasi perbaikan dinilai belum memadai.
Di tengah arus dana asing yang keluar, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) justru menjadi saham dengan pembelian bersih (net buy) asing terbesar pada perdagangan kemarin dengan nilai mencapai Rp219,5 miliar.
Padahal saham emiten Prajogo Pangestu tersebut masuk dalam daftar saham High Shareholding Concentration (HSC). Bursa Efek Indonesia menilai 97,31% kepemilikan saham BREN terpusat atau terkonsentrasi pada sedikit pihak, sehingga saham yang beredar dan bisa diperdagangkan publik sangat terbatas
Kendati diborong asing, saham BRENtetap mengalami koreksi sebesar -1,08% ke level 3.650. Koreksi tersebut memperdalam tren, di mana BRENsudah anjlok 62,27% sepanjang tahun berjalan.
Adapun nilai net buy asing di saham BREN terpaut jauh dengan saham lain. Di bawahnya, PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMMA) mencatat net foreign buy sebesar Rp43,3 miliar dan selanjutnya PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) senilai Rp39,1 miliar.
Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan kemarin:
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) - Rp219,5 miliar
- PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMMA) - Rp43,3 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Rp39,1 miliar
- PT Metrocap Capital Tbk (BCAP) - Rp17,6 miliar
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) - Rp17,5 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) - Rp13,2 miliar
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) - Rp8,7 miliar
- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) - Rp8,3 miliar
- PT Mayora Indah Tbk (MYOR) - Rp7,7 miliar
- PT Gudang Garam Tbk (GGRM) - Rp7,7 miliar
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,56% atau turun 217 poin ke level 5.883,88. IHSG bergerak di rentang tertinggi di level 6.171 dan terendah di level 5.876.
Nilai transaksi mencapai Rp 15,15 triliun dengan volume 26,94 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,03 juta kali transaksi. Sebanyak 98 saham menguat, 611 saham melemah, dan 104 saham bergerak stagnan.
Adapun emiten yang paling ramai ditransaksikan adalah TPIA, BBCA, DSSA, BBRI dan BMRI.
(mkh/mkh) Add
source on Google