BI: Ekonomi RI Kuat di Tengah Tahun, Ditopang Gaji Ke-13 & Bansos

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Kamis, 18/06/2026 14:18 WIB
Foto: Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat pada pertengahan tahun ini. Hal ini ditegaskan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam paparan Rapat Dewan Gubernur (RDG), Kamis (18/6/2026).

"Dalam negeri, pertumbuhan ekonomi terjaga baik didukung permintaan domestik. Konsumsi pemerintah tumbuh tinggi, terutama pemberian gaji-13 ASN dan bansos ke keluarga miskin," kata Perry Warjiyo.


Adapun, Perry menegaskan konsumsi rumah tangga tumbuh kuat didorong oleh konsumsi pemerintah dan keyakinan konsumen. Sementara itu, investasi tercatat tetap tumbuh. Hal ini tercermin dalam Purchasing Managers' Index (PMI) di zona ekspansi sejalan dengan adanya proyek-proyek pemerintah.

"Investasi meningkat tercermin PMI di zona ekspansi didukung proyek pemerintah," kata Perry.

Namun, BI menilai ekspor perlu didorong untuk terus tumbuh, terutama memanfaatkan komoditas dunia di tengah melambatnya ekonomi global.

"Ke depan program stimulus jaga daya beli dan prioritas terus dioptimalkan," tegas Perry.

Sejalan dengan itu, dia menegaskan BI akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan melalui kebijakan makroprudensial yang longgar dan sistem pembayaran digital dan keuangan inklusif. Dengan demikian, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI pada 2026 akan mencapai kisaran 4,9-5,7%


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Menjadi 5,75%