Ekonom BSI (BRIS) Prediksi BI Kerek Suku Bunga 25 Bps

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Kamis, 18/06/2026 14:10 WIB
Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Luthfi Rahman

Jakarta, CNBC Indonesia — Office of Chief Economist (OCE) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) meyakini Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga acuan alias BI Rate setidaknya 25 basis poin (bps) di rapat dewan gubernur (RDG) siang ini.

Chief Economist BSI, Banjaran Surya Indrastomo menilai ini adalah momentum yang tepat bagi BI untuk mengerek naik suku bunga acuan. Menurutnya, langkah itu masuk akal dalam merespons tekanan global dan domestik.

Antara lain, kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve yang masih hawkish dan penguatan dolar AS. Selain menjaga stabilitas rupiah, suku bunga tinggi diperlukan untuk mengendalikan inflasi impor, dan mempertahankan daya tarik aset domestik bagi investor asing.


"Tapi saya sih mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah belakangan ini sebetulnya. BI bold untuk preemptive forward looking. Tekanan inflasi itu nyata, imported inflation itu sudah mulai terasa dan saatnya sekarang kita harus memulai menjaga ketahanan dalam negeri," ujar Banjaran saat ditemui di sela-sela acara Perbanas di Four Seasons Hotel, Kamis (18/6/2026).

Ia berpendapat penurunan suku bunga acuan akan sulit dilakukan BI tahun ini. Banjaran berharap tahun depan The Fed dapat mulai menurunkan suku bunga acuan dan diikuti oleh BI.

"Yang jelas ruang untuk turun susah. Karena hitung-hitungannya itu sekarang yang masih menjadi pertanyaan itu adalah, kan sekarang posisinya pro-stability tapi juga mengungkit growth, kita menunggu-nunggu gimana polanya," ucapnya.

Banjaran menyebut dengan kebijakan menaikkan suku bunga itu pastinya akan menahan laju pertumbuhan kredit. Oleh karena itu, ia masih menantikan bagaimana kebijakan BI ke depannya.

"Tapi kembali lagi, ini tantangan bersama karena pasti otoritas sekarang perlu menjaga sustainability dari sistem keuangan, terutama yang modal atau aset kecil. Mereka sekarang struggle dengan liquidity crash yang lagi ada sekarang sih terutama," kata Banjaran.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Investasi Pilihan MI Saat Pasar Pantau Perang-Kebijakan Fiskal