Masuk Bisnis Minyak, Emiten Happy Hapsoro Caplok Perusahaan Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten milik Happy Hapsoro, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) telah resmi menyelesaikan seluruh rangkaian transaksi akuisisi untuk memperoleh kepentingan ekonomi atas 20% Participating Interest di Madura Strait PSC yang dioperasikan oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
Akuisisi dilaksanakan melalui PT Raharja Energi Madura (PT REM), perusahaan terkendali RATU, yang mengambil alih 100% saham SMS Development Limited (SMSD), entitas investasi pemegang 20% saham HCML.
Manajemen menyampaikan, dengan selesainya transaksi ini, RATU kini secara tidak langsung memiliki hak partisipasi atas Madura Strait PSC.
"Penyelesaian transaksi ini menandai tonggak penting dalam strategi ekspansi RATU di sektor hulu minyak dan gas bumi," tulis manajemen, Jumat (12/6/2026).
Sesuai struktur transaksi seluruh manfaat ekonomi dari kepemilikan 20% di HCML sejak 1 Januari 2026 menjadi milik REM dan akan tercermin dalam kinerja perseroan dalam laporan keuangan Konsolidasian RATU di kuartal II tahun ini.
Akuisisi ini memperkuat strategi jangka panjang RATU untuk memperluas basis cadangan dan produksi, sekaligus melengkapi portofolio yang telah ada, yakni 8% PI di PSC Jabung (dioperasikan PetroChina Jabung Ltd) dan 2,24% PI di PSC Cepu.
Direktur Keuangan PT Raharja Energi Cepu Tbk. Adrian Hartadi mengatakan, madura Strait PSC adalah aset yang telah berproduksi dengan rekam jejak yang baik serta akan melengkapi portofolio RATU secara strategis.
"Ke depan, kami akan fokus memastikan manfaat akuisisi ini benar-benar dirasakan baik dalam kinerja keuangan Perseroan maupun dalam nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham," ungkapnya.
Sebelumnya, manajemen telah menyampaikan bahwa transaksi akuisisi tersebut dilakukan melalui penandatangan perjanjian novasi dan Perjanjian Jual Beli Saham.
Dalam perjanjian novasi, PT REM bertindak sebagai pemberi pinjaman baru yang mengambil alih hak dan kewajiban kreditur lama, yakni SMS Offshore Overseas Limited, atas pinjaman kepada SMS Development Limited. Nilai objek novasi mencapai US$59,2 juta.
"Pinjaman ini sebelumnya diberikan oleh SMS Offshore Overseas Limited kepada SMS Development Limited. Nilai tersebut menjadi harga pengalihan pinjaman yang dibayarkan oleh pemberi pinjaman baru kepada pemberi pinjaman lama," tulis manajemen RATU, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pembayaran dilakukan PT REM kepada kreditur lama dan setelah berlaku efektif seluruh hak dan kewajiban berdasarkan perjanjian pinjaman beralih kepada PT REM.
Pinjaman tersebut sebelumnya bersifat non-interest bearing dan secara substansi ekonomi dikategorikan sebagai quasi-equity karena digunakan untuk akuisisi 20% saham Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) serta pembayaran cash call.
Selain itu, perseroan juga berencana melakukan penyesuaian suku bunga setelah memperoleh persetujuan RUPS dengan mengacu pada prinsip kewajaran (arm's length). Simulasi bunga 5% per tahun diperkirakan menimbulkan beban bunga sekitar US$2,96 juta di SMSD, namun dieliminasi dalam laporan konsolidasi sehingga tidak berdampak terhadap laba bersih konsolidasian.
Selain novasi pinjaman, PT REM juga menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) saham untuk mengakuisisi 100% saham SMS Development Limited dari SMS Offshore Overseas Limited. Nilai transaksi utama tercatat sebesar US$62,51 juta.
Disebutkan bahwa sebelumnya perseroan telah membayar deposit awal sebesar US$12,5 juta pada 25 Desember 2025. Transaksi ini juga memuat skema contingent payment. SMS Development Limited berpotensi menerima tambahan pembayaran sebesar US$16,5 juta apabila perpanjangan Production Sharing Contract (PSC) diperoleh, ditambah bonus US$3 juta apabila perpanjangan PSC terjadi sebelum 30 Juni 2027.
SMS Development Limited sendiri merupakan perusahaan investasi yang memiliki penyertaan saham pada HCML, perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak mentah serta gas bumi di Selat Madura berdasarkan PSC dengan SKK Migas.
Dengan demikian, total nilai rencana transaksi secara keseluruhan atas rencana akuisisi, pembayaran bersyarat (contingent payment) dan novasi pinjaman adalah sebesar US$141.219.164.
Dalam transaksi tersebut, OCP Asia Fund IV dan OCP Asia Fund V berperan sebagai pemberi pinjaman baru sekaligus pihak yang berhak secara ekonomi atas hasil transaksi. Dana pembayaran pengalihan saham oleh PT REM kepada SMS Offshore Overseas Limited pada prinsipnya digunakan untuk menyelesaikan kewajiban kepada kedua fund tersebut.
Sebagai bagian dari mekanisme transaksi, OCP Asia Fund IV dan V juga akan menerbitkan deed of release yang mencakup pembebasan kewajiban tertentu dan pelepasan jaminan saham. Namun penerbitan dokumen tersebut masih menunggu pemenuhan sejumlah conditions precedent sebelum closing transaksi dilakukan.
Perseroan juga mengungkapkan adanya surat tambahan tertanggal 26 Desember 2025 antara perseroan dan PT Petro Indo Pasifik (PT PIP). Surat tersebut mengatur pembagian tanggung jawab ekonomi atas kewajiban PT REM berdasarkan PPJB.
Dalam skema tersebut, Perseroan menanggung 45% dan PT PIP sebesar 55% dari klaim yang mungkin timbul terkait kewajiban pembeli.
Selanjutnya, surat tambahan tertanggal 17 Maret 2026 mengatur pembagian tanggung jawab atas jaminan kepada kreditur dalam rangka rencana pembiayaan akuisisi. Dalam perjanjian tersebut, Perseroan menanggung 51% kewajiban sementara PT PIP sebesar 49%.
Perseroan menyebut total maksimum eksposur dari corporate guarantee dan cash deficit guarantee diperkirakan mencapai US$78,19 juta. Meski demikian, eksposur ekonomi dinilai telah dimitigasi melalui pembagian risiko dengan PT PIP dan profil risiko yang terukur.
Perseroan juga menilai kapasitas ekuitas konsolidasi sebesar US$56,6 juta per akhir 2025 cukup memadai untuk menyerap potensi eksposur tersebut tanpa mengganggu kelangsungan usaha.
(ayh/ayh) Add
source on Google