MARKET DATA

Investor Happy IHSG Melesat, 603 Saham Kompak Hijau

Redaksi,  CNBC Indonesia
09 June 2026 13:31
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Pada penutupan perdagangan sesi pertama IHSG lompat 4,82% atau menguat 257 poin ke level 5.599,74. Bahkan pada perdagangan intraday IHSG sempat tembus lebih dari 5% dan mencapai titik tertinggi di level 5.627.

Sebanyak 603 saham menguat, 118 terkoreksi dan 92 lainnya stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 13,79 triliun yang melibatkan 24,71 miliar saham dalam 1,48 juta kali transaksi.

Sebelumnya, pada 3 dari 4 sesi perdagangan terakhir IHSG ambruk lebih dari 4%. Pergerakan liar IHSG sepekan ini menunjukkan pasar domestik masih berada dalam fase mencari keseimbangan setelah tekanan jual besar yang menghantam pasar dalam beberapa sesi terakhir.

Secara teknikal maupun psikologis, rebound tajam saat pembukaan lebih mencerminkan aksi bargain hunting dibanding perubahan sentimen secara menyeluruh.

Lonjakan IHSG terutama ditopang saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) yang memberikan kontribusi terbesar terhadap indeks. Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi penopang utama kinerja IHSG dengan kontribusi 26,66 indeks poin. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga menjadi pendorong utama dengan kontribusi sekitar 22 poin terhadap indeks, disusul Bank Mandiri (BMRI) +18,77 poin, Bank Central Asia (BBCA) +18,73 poin dan Astra International (ASII) +9,97 poin.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa pasar mulai melihat valuasi sejumlah saham big caps sebagai area yang menarik setelah koreksi dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, penguatan saham telekomunikasi, ritel, hingga komoditas juga membantu menopang sentimen pasar.

Sebagai informasi, saham TLKM menguat setelah perusahaan mengumumkan dividen dengan yield menarik. TLKM akan membagikan dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2025 atau setara 123% dari laba bersih atau sejumlah Rp 21,9 triliun. Diketahui sekitar Rp4,2 triliun dividen yang akan dibagikan diambil dari laba ditahan Perseroan tahun sebelumnya.

Keputusan tersebut disetujui oleh pemegang saham TLKM lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan hari ini dengan dividen tunai yang akan dibagikan tersebut setara Rp 221 per saham.

Bila dihitung berdasarkan harga kemarin, TLKM menawarkan dividen dengan imbal hasil sekitar 9%

Bank BUMN RI Kuat

IHSG lompat menyusul pertemuan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sufmi Dasco Ahmad dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas), dan sejumlah stakeholder sektor keuangan lainnya di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).

Turut hadir dalam pertemuan Ketua Himbara yang juga Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Putrama Wahju Setiawan dan Ketua Perbanas yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Hery Gunardi. Hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Kepala Badan Pengaturan BUMN/COO Danantara Indonesia Dony Oskaria.

"Pada hari ini Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melakukan koordinasi dan serta evaluasi terhadap situasi pada saat ini berkaitan dengan situasi perbankan di tanah air," ujar Dasco.

Ia mengaku sudah mendapatkan informasi mengenai situasi perbankan dari Himbara dan Perbanas pada saat ini.

"Yang berdasarkan hasil diskusi perkembangannya sangat bagus," kata Dasco.

Di sisi lain, sentimen eksternal juga relatif lebih kondusif dibandingkan saat gelombang sell off sebelumnya. Rupiah memang masih berada di sekitar Rp18.160 per dolar AS, tetapi pelemahannya mulai terbatas. Kondisi ini sedikit meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi tekanan lanjutan di pasar keuangan domestik.

Tekanan Rupiah

Meski demikian, volatilitas diperkirakan masih akan tinggi sepanjang sesi. Hal ini tercermin dari pergerakan indeks yang sempat melonjak lebih dari 1,5% saat pembukaan, namun kemudian cepat terkoreksi sebelum kembali menguat.

Dari sisi pergerakan saham, kondisi pasar pagi ini masih cukup positif. Sebanyak 335 saham menguat, 262 saham melemah, dan 362 saham bergerak stagnan. Artinya, penguatan IHSG pagi ini tidak hanya ditopang segelintir saham besar, tetapi juga mulai diikuti lebih banyak saham lainnya.

Secara teknikal, rebound IHSG pagi ini juga belum sepenuhnya mengubah tren pelemahan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Indeks memang sempat melonjak lebih dari 1%, namun masih bergerak jauh di bawah area resistance penting sehingga volatilitas diperkirakan tetap tinggi. Area 5.300 kini menjadi level krusial yang akan dicermati pelaku pasar sebagai zona pertahanan utama setelah tekanan jual besar beberapa sesi terakhir.

BI Naikkan Suku Bunga

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia pada hari ini, tanggal 9 Juni 2026 memutuskan untuk kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.

"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Selasa (9/6/2026),

Perry menegaskan kebijakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil bagi daya tarik masuknya aliran masuk investasi portfolio asing ke Indonesia.

Sesuai Undang-undang dan praktik yang berjalan selama ini, Perry menjelaskan Bank Indonesia setiap hari Selasa mengadakan RDG Mingguan untuk evaluasi pelaksanaan bauran kebijakan yang ditetapkan dalam RDG Bulanan.

(fsd/fsd) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tekanan Jual Mulai Mereda, IHSG Melesat 5%


Most Popular
Features