MARKET DATA

IHSG Amblas, Bos OJK Pantau Asuransi dan Dana Pensiun Terdampak

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
03 June 2026 15:05
Ilustrasi orang berdoa dengan latar belakang Bursa Saham Indonesia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Ilustrasi orang berdoa dengan latar belakang Bursa Saham Indonesia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pengawasan terkait praktik investasi perusahaan asuransi dan dana pensiun (dapen). Hal ini termasuk mengkaji dampak penurunan IHSG & rebalancing MSCI atas portofolio investasi asuransi.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, selama ini pengawasan industri asuransi lebih banyak berfokus pada aspek produk, penjualan polis, hingga pembayaran klaim. Namun, pengawasan terhadap aktivitas investasi perusahaan asuransi belum dilakukan secara mendalam.

Menurut Ogi, hasil evaluasi menunjukkan terdapat praktik investasi yang dilakukan ke perusahaan dalam grup yang sama. Transaksi tersebut bahkan dilakukan melalui mekanisme pasar negosiasi, bukan pasar reguler, sehingga transparansi terkait lawan transaksi maupun harga yang digunakan menjadi terbatas.

Ia menjelaskan harga yang terbentuk dalam transaksi tersebut kemudian digunakan sebagai dasar penilaian atau valuasi portofolio investasi secara keseluruhan. Kondisi ini menjadi salah satu fokus perbaikan OJK karena pengawasan investasi dinilai harus menjadi bagian penting dalam pengawasan industri perasuransian.

"Karena kegagalan perusahaan asuransi yang terjadi itu penyebabnya ternyata investasi yang salah. Apalagi kalau sekarang ketika IHSG turun secara signifikan," ujar Ogi dalam paparannya di Jakarta, Selasa, (2/6/2026).

Saat ini OJK tengah melakukan kajian lebih lanjut untuk memetakan perusahaan asuransi yang terdampak pelemahan pasar, termasuk yang memiliki kepemilikan pada saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI.

"Siapa saja (perusahaan asuransi/dapen) yang kena, siapa yang memiliki saham-saham MSCI yang dikeluarkan dan sebagainya. Nilainya berapa, itu sedang kami kaji lebih lanjut," kata Ogi.

Sebagai gambaran, Hingga akhir Mei 2026, sentiment rebalancing MSCI disebut Chief Executive Officer PT Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya sebagai sentiment yang mendorong net sell asing dan menekan pergerakan IHSG hingga sempat menyentuh level Level 6.000-an.

Indeks Harga Saham Gabungan anjlok pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Pada akhir sesi pertama IHSG anjlok nyaris 5% dan kehilangan 306 poin dalam satu sesi perdagangan. Secara rinci IHSG hari ini ambles 4,94% ke level 5.889,48.

Pelemahan ini membuat IHSG mencatatkan harga terendah dalam lima tahun. Terakhir kali IHSG ditutup di level lebih rendah dari perdagangan hari ini adalah pada Mei 2021 yang mana pasar sedang dalam rebound pasca pasar anjlok akibat pandemi covid-19 tahun 2020.

(ayh/ayh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ada Perang AS-Israel VS Iran, Unit Link Malah Makin Banyak Peminat


Most Popular
Features