Anak Buah Purbaya: Investasi SBN Retail Risiko Nol, Cocok Buat Pemula

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Sabtu, 23/05/2026 16:25 WIB
Foto: Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI, Suminto saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Yogyakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menuturkan sepanjang tahun 2025, pemerintah menerbitkan sebanyak Rp 153 triliun surat berharga negara (SBN) retail. Hal ini disampaikan langsung oleh Dirjen PPR Suminto dalam acara Jogjakarta Financial Festival 2026, Sabtu (23/5/2026).

"Tahun kemarin, 2025, kita menerbitkan SBN retail yang total sekitar Rp153 triliun. Tahun sebelumnya Rp148 triliun. Jumlah investor individual kita retail itu sekitar Rp1 juta. Investor individual," kata Suminto.


Menurutnya, minat masyarakat ini cukup besar. Namun, dia menyayangkan banyak masyarakat yang masuk ke sektor keuangan untuk berinvestasi tetapi literasinya belum kuat. Padahal literasi keuangan sangat penting. Ini akan menjadi risiko karena mereka bisa kena investasi bodong.

Suminto pun menjelaskan, mengenai SBN retail ini. SBN retail adalah instrumen investasi yang diterbitkan negara dengan risiko nol atau close to zero risk.

"Nah, SBN retail selain tadi memiliki fungsi sebagai sumber pembiayaan, juga sangat penting sebagai instrumen investasi bagi masyarakat, dan dia adalah zero risk instrument," katanya.

Mengapa SBN retail zero risk?

Suminto menjelaskan instrumen ini memiliki risiko nyaris nol karena diterbitkan oleh negara, Republik Indonesia sebagai pemegang kedaulatan (sovereign). Sebagai negara, Indonesia tidak akan default atau gagal. Ketahanan fiskal Indonesia cukup kuat.

Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa SBN retail merupakan instrumen investasi yang sangat bagus bagi masyarakat yang mau memulai investasi.

"Jadi kalau kita berlatih berinvestasi kan dimulai dari yang dari sisi risikonya lebih rendah. Makanya nanti sejalan dengan literasi dan pemahaman kita terhadap instrumen-instrumen keuangan," katanya.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: IPO Semester I Masih Sepi, BEI Yakin Target 2026 Tercapai