MARKET DATA

Bursa Asia Hijau, IHSG Malah Anjlok 3%, Ini Kata OJK

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
21 May 2026 15:39
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi.
Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi saat menyampaikan Konferensi Pers Pasar Modal di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (CNBC Indonesia/Mentari Puspadini)

Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons terkait koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini yang melemah sendirian di kawasan Asia. IHSG melemah hingga bergerak di level sekitar 6.000-an setelah sempat ambles lebih dari 3%.

Sebagai informasi, mayoritas bursa di Asia berada di zona hijau. Indeks Kospi di Korea Selatan bahkan naik 8,42%. Lalu Nikkei naik 3,14% dan ASX200 naik 1,47%.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan penyebab pelemahan IHSG kali ini berbeda dengan sebelumnya yang berasal dari sentimen penyesuaian atau rebalancing MSCI.

Menurutnya, berbagai perkembangan informasi terakhir terkait dengan kebijakan global maupun dalam negeri juga turut berdampak secara langsung maupun tidak langsung yang mempengaruhi proyeksi atau persepsi kinerja emiten-emiten yang tercatat di bursa pada kesempatan pendek, menengah, dan jangka panjang.

Hasan menjelaskan satu penyebab koreksi IHSG juga berasal dari sikap investor yang merespons sejumlah kebijakan pemerintah yang telah diumumkan pada Presiden RI Prabowo Subianto.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo telah mengatakan penjualan semua hasil sumber daya alam Indonesia mulai dari minyak kelapa sawit, batu bara dan besi fero alloy, wajib dilakukan melalui BUMN yang bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia.

Sentralisasi ini secara spesifik dirancang sebagai fasilitas pemasaran untuk memberantas praktik kurang bayar, transfer pricing, serta memastikan penyerapan Devisa Hasil Ekspor secara optimal di dalam sistem keuangan domestik.

"Saya kira pasti ya, artinya itu pasti direspons secara jangka pendek," kata Hasan saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Namun, Hasan berharap, pemerintah segera menjelaskan dan menjabarkan kepada masyarakat terkait kebijakan baru yang akan diterapkan untuk memberikan kepastian usaha bagi emiten. Sehingga para investor dapat merespons kebijakan tersebut secara positif.

"Berharap tentu pada saatnya apa yang menjadi policy yang digariskan oleh pemerintah nanti akan ada penjelasan dan penjabaran secara lebih rinci termasuk pentahapannya dan kapan-kapan katakanlah implementasinya," jelasnya.

Menurutnya, penjelasan dan informasi yang komprehensif dari pemerintah terhadap kebijakan-kebijakan tersebut akan memberikan kepastian bagi kelangsungan kegiatan usaha emiten.

"Nah ini juga tentu akan baik sehingga memberikan informasi yang lebih rinci tadi dan memberikan semakin kepastian arah pengembangan ke depan," sebutnya.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking News! IHSG Lanjut Koreksi, Anjlok 2% di Sesi 2


Most Popular
Features