MARKET DATA

IHSG ke Level 6.100-an, Danantara-Purbaya Beri Pesan Ini ke Investor

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
21 May 2026 12:40
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menyampaikan paparan dalam acara Big Alpha Business Summit 2025 di Jakarta,  Jumat (19/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menyampaikan paparan dalam acara Big Alpha Business Summit 2025 di Jakarta, Jumat (19/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir buka suara ihwal amblesnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini hingga bergerak di level sekitar 6.100-an setelah sebelumnya sempat ambles lebih dari 2%

Pandu mengakui, salah satu faktor pendorong tertekannya IHSG pagi ini tak terlepas dari sentimen investor terhadap pembentukan BUMN khusus ekspor, yakni PT Danantara Sumber Daya Indonesia alias PT DSI. Para investor kata dia masih meraba-raba tentang detail kehadiran PT DSI yang jadwalnya akan resmi beroperasi per Juni 2026.

"Kalau IHSG, mereka kan juga, ini kan mereka perlu mencari certainty juga pengen tau hasilnya," kata Pandu di kawasan kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Oleh sebab itu, Pandu memberikan pesan khusus kepada para investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa pemerintah tidak akan abai terhadap kepentingan para pelaku pasar yang terkait dengan aktivitas ekspor. Menurutnya, badan itu akan beroperasi sesuai kebutuhan pasar.

"Insya Allah pasti baik lah, kan kita pasti akan melihat market, marketnya penting, optimis secepatnya," tegas Pandu.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya juga telah buka suara ihwal ambrolnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini, Kamis (21/5/2026). Jatuhnya IHSG sebesar 2% itu dikait-kaitkan publik seiring hadirnya BUMN khusus ekspor, yakni PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI).

Menurut Purbaya, sebetulnya masalah itu lebih disebabkan ketidaktahuan pelaku pasar saham terkait manfaat sebetulnya dari BUMN khusus ekspor yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto.

"Mungkin mereka belum tahu dampak sebenarnya seperti apa. Kan pasar kan kalau ada ketidakpastian biasanya takut, jual dulu," kata Purbaya saat ditemui di kawasan Kemenko Perekonomian, Jakarta Kamis (21/5/2026).

Purbaya mengatakan, ketika para pelaku pasar mengetahui manfaat sebenarnya dari kehadiran BUMN ekspor itu, seharusnya IHSG justru akan berbalik kencang dalam waktu dekat.

"Tapi kalau mereka nanti mengerti dampak yang sebetulnya seperti apa, harusnya akan naik," tegas Purbaya.

Ia pun menjelaskan, potensi IHSG naik kencang disebabkan kehadiran badan ekspor akan membuat pendapatan perusahaan di Indonesia tumbuh kencang, demikian juga penerimaan negara, karena praktik culas seperti underinvoicing bisa tertutup.

"Karena gini, nanti under-invoicing kan akan tertutup dengan adanya Badan Ekspor itu. Jadi tadinya yang banyak uangnya dimain-mainkan oleh pemilik, karena perusahaan yang di luar negeri punya pemilik kan, sekarang bisa harusnya terefleksi langsung di penjualan mereka yang murni," tegas Purbaya.

Ketika pendapatan riil dari perusahaan eksportir mampu naik pesat, Purbaya meyakini maka tentunya perusahaan-perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga akan menikmati efek rambatannya.

"Jadi perusahaannya juga akan untung. Jadi harusnya bisa double untungnya yang listed di bursa yang dilaporkan ya. Jadi harusnya ini akan meningkatkan valuasi dari perusahaan-perusahaan itu di bursa. Jadi pasti pelan-pelan akan naik, secara signifikan malah kalau menurut saya," tegas Purbaya.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Penampakan Dasco, Bos OJK dan Danantara Sidak ke BEI


Most Popular
Features