MARKET DATA

Analisis Penyebab IHSG Turun 2% Hari Ini, Sentuh Level 6.100-an

mkh,  CNBC Indonesia
21 May 2026 10:10
IHSG
Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan lebih dari 2% pada perdagangan Kamis pagi (21/5/2026) di tengah aksi jual besar-besaran pada saham-saham grup Prajogo Pangestu, emiten komoditas, hingga saham berbasis pertumbuhan tinggi.

Per pukul 09.54 WIB, IHSG bergerak di level 6.100-an setelah sebelumnya sempat ambles lebih dari 2%. Tekanan jual terlihat semakin terkonsentrasi pada saham-saham konglomerasi dan sektor utilitas.

Berdasarkan data sektoral, sektor utilitas menjadi yang paling terpuruk dengan koreksi mencapai 7,51%. Disusul bahan baku turun 5,78%, energi melemah 3,22%, kesehatan minus 3,13%, dan teknologi turun 2,54%.

Sebaliknya, sektor keuangan masih menjadi satu-satunya penopang utama IHSG dengan penguatan 0,51%.

Saham-saham bank jumbo tercatat menjadi penahan terbesar indeks. Bank Central Asia (BBCA) menyumbang penguatan 9,37 poin terhadap IHSG, disusul Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sebesar 4,70 poin, Bank Negara Indonesia (BBNI) 1,30 poin, dan Bank Mandiri (BMRI) 0,78 poin.

Namun tekanan besar datang dari saham-saham konglomerasi dan energi.

Mora Telematika Indonesia (MORA) menjadi pemberat terbesar IHSG dengan kontribusi negatif 13 poin. Selanjutnya Astra International (ASII) menekan indeks sebesar 9,98 poin, Barito Renewables Energy (BREN) 9,96 poin, Bumi Resources Minerals (BRMS) 9,76 poin, serta Barito Pacific (BRPT) 8,72 poin.

Tekanan juga terjadi pada Dian Swastatika Sentosa (DSSA), Merdeka Gold Resources (MDKA), Chandra Asri Pacific (TPIA), hingga Amman Mineral Internasional (AMMN).

Secara harga saham, emiten grup Prajogo Pangestu kompak mengalami koreksi tajam. Barito Pacific (BRPT) turun 8,72%, Barito Renewables Energy (BREN) ambles 9,68%, sementara Chandra Asri Pacific (TPIA) anjlok 14,66%.

Selain itu Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) turun 6,78%, Petrosea (PTRO) melemah 7,50%, dan Chandra Daya Investasi (CDIA) turun 5,70%.

Pasar terlihat masih agresif melepas saham-saham emiten Prajogo setelah MSCI mendepak BREN, TPIA, dan CUAN dari Global Standard Index. Pengumuman MSCI tersebut akan efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026. 

Selain itu, melihat pola pergerakan pasar, investor tampak melakukan aksi jual pada saham-saham dengan valuasi premium dan volatilitas tinggi setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%.

Sementara itu, saham-saham perbankan besar justru cenderung diburu investor karena dinilai lebih defensif dalam periode suku bunga tinggi.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Potret IHSG Ambruk 7% Lebih, Seluruh Sektor Memerah


Most Popular
Features