Saham Prajogo Babak Belur! Duit Rp 1.400 T Lenyap

mkh, CNBC Indonesia
Kamis, 21/05/2026 10:50 WIB
Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu babak belur pada perdagangan Kamis (21/5/2026), seiring sentimen negatif dari keluarnya sejumlah emiten grup tersebut dari indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Per pukul 10.09 WIB, saham Chandra Asri Pacific (TPIA) menjadi yang paling tertekan setelah anjlok 14,66% ke level 2.270. Selanjutnya Barito Pacific (BRPT) ambles 9,59% ke posisi 1.555, sementara Barito Renewables Energy (BREN) turun 9,32% menjadi 2.530.

Tekanan juga menjalar ke saham lain dalam grup Prajogo Pangestu. Petrosea (PTRO) melemah 8,75% ke level 3.650, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) turun 5,08% ke posisi 560, dan Chandra Daya Investasi (CDIA) terkoreksi 5,06% menjadi 750.


Sepanjang tahun berjalan, saham-saham tersebut sudah turun lebih dari 50%, bahkan ada yang merosot hingga 75%.

Aksi jual besar terjadi setelah pasar merespons keputusan MSCI yang mengeluarkan sejumlah saham grup Prajogo dari indeksnya.

Sentimen tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi keluarnya dana asing pasif (passive fund outflow), mengingat banyak fund global menjadikan indeks MSCI sebagai acuan investasi.

Koreksi tajam saham-saham Prajogo Pangestu turut menjadi salah satu penyebab utama ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini.

Kapitalisasi pasar Barito Renewables Energy (BREN) kini tinggal sekitar Rp335,9 triliun. Padahal pada akhir 2025, kapitalisasi pasar BREN sempat menembus sekitar Rp1.298 triliun. Artinya, hampir Rp1.000 triliun nilai pasar BREN telah menguap.

Sementara itu, kapitalisasi pasar TPIA kini berada di kisaran Rp196,4 triliun, BRPT Rp146,3 triliun, CDIA Rp94,25 triliun, CUAN Rp62,96 triliun, dan PTRO sekitar Rp37 triliun.

Secara total, kapitalisasi pasar enam emiten inti grup Prajogo kini berada di kisaran Rp872 triliun, jauh di bawah posisi puncaknya yang sempat diperkirakan menembus lebih dari Rp2.300 triliun.

Dengan demikian, nilai kapitalisasi pasar grup Prajogo diperkirakan telah menyusut lebih dari Rp1.400 triliun dari posisi tertingginya.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: MSCI Depak 18 Saham,Pelaku Pasar Yakin RI Tetap Emerging Market