CLOSE AD
MARKET DATA

Breaking News! IHSG Lanjut Melemah, Turun Lebih dari 9%

mkh,  CNBC Indonesia
29 January 2026 10:02
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan trading halt atau penghentian perdagagan sementara selama 30 menit. 

Per pukul 09.58 WIB, indeks turun 9,14% atau -760,76 poin ke level 7.559,8. Sebanyak 728 saham turun, 196 tidak bergerak, dan 34 naik. 

Nilai transaksi mencapai Rp 11,95 triliun, melibatkan 14,03 miliar saham dalam 928.900 kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 13.659 triliun. 

Tekanan IHSG hari ini masih dibayangi oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Sebagaimana diketahui, MSCI menyoroti masih adanya kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia meski terdapat perbaikan minor pada data free float dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

MSCI menjelaskan bahwa sebagian pelaku pasar global mendukung penggunaan laporan Monthly Holding Composition Report dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai data tambahan. Namun, banyak investor menyampaikan kekhawatiran signifikan atas kategorisasi pemegang saham KSEI yang dinilai belum cukup andal untuk mendukung penilaian free float dan kelayakan investasi.

Sementara itu, Goldman Sachs menurunkan peringkat (rating) saham Indonesia menjadi underweight, menyusul peringatan dari indeks global MSCI.

Dalam laporan terbarunya, bank investasi asal Amerika Serikat itu memperkirakan aksi jual pasif (passive selling) oleh investor global masih akan berlanjut, seiring keputusan MSCI yang menilai pasar saham Indonesia menghadapi persoalan struktural, khususnya terkait kepemilikan saham dan free float.

"Kami memperkirakan akan ada lanjutan passive selling dan menilai perkembangan ini akan menjadi overhang yang menahan kinerja pasar," tulis analis Goldman Sachs, sembari memangkas outlook Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi underweight, dikutip dari Business Times, Kamis (29/1/2026).

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kekayaan Prajogo Pangestu Lenyap Rp 126 Triliun Dalam Hitungan Jam


Most Popular
Features