CLOSE AD
MARKET DATA

Setelah MSCI, IHSG Hari Ini Babak Belur Dihajar Goldman Sachs

mkh,  CNBC Indonesia
29 January 2026 09:46
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Foto: Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali babak belur hari ini, Kamis (29/1/2026). Indeks dibuka turun lebih dari 3% dan melanjutkan koreksi hingga akhirnya perdagangan dihentikan sementara atau trading halt. 

Sekitar pukul 09.30 WIB, IHSG anjlok 8% ke level 7.654,66. Sebanyak 694 saham turun, 34 naik, dan 230 tidak bergerak. Kapitalisasi pasar pun merosot menjadi Rp 13.820 triliun. 

Mengutip Refinitiv, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menjadi pemberat utama indeks dengan bobot 52,29 indeks poin. Kemudian diikuti oleh Bank Central Asia (BBCA) -47,37 indeks poin dan Barito Pacific (BRPT) 43,49 indeks poin. 

Adapun pergerakan pasar keuangan hari ini masih akan dibayangi sejumlah sentimen penting. Pelaku pasar akan mencermati hasil rapat FOMC The Fed, serta lanjutan pasca keputusan MSCI yang memicu tekanan tajam di IHSG, hingga rilis data neraca dagang Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah dolar AS dan imbal hasil obligasi global.

Sebagaimana diketahui, MSCI menyoroti masih adanya kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia meski terdapat perbaikan minor pada data free float dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

MSCI menjelaskan bahwa sebagian pelaku pasar global mendukung penggunaan laporan Monthly Holding Composition Report dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai data tambahan. Namun, banyak investor menyampaikan kekhawatiran signifikan atas kategorisasi pemegang saham KSEI yang dinilai belum cukup andal untuk mendukung penilaian free float dan kelayakan investasi.

Sementara itu, Goldman Sachs menurunkan peringkat (rating) saham Indonesia menjadi underweight, menyusul peringatan dari indeks global MSCI.

Dalam laporan terbarunya, bank investasi asal Amerika Serikat itu memperkirakan aksi jual pasif (passive selling) oleh investor global masih akan berlanjut, seiring keputusan MSCI yang menilai pasar saham Indonesia menghadapi persoalan struktural, khususnya terkait kepemilikan saham dan free float.

"Kami memperkirakan akan ada lanjutan passive selling dan menilai perkembangan ini akan menjadi overhang yang menahan kinerja pasar," tulis analis Goldman Sachs, sembari memangkas outlook Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi underweight, dikutip dari Business Times, Kamis (29/1/2026).

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Tiba-Tiba Anjlok 3,8%, OJK: Wajar


Most Popular
Features