MARKET DATA

Belum Rilis Rekap Dividen, Bos Danantara: Sabar, Kita Bersih-bersih

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
19 May 2026 16:11
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakart
Foto: Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengungkap akan segera merilis rekapitulasi laporan dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga kinerja keuangan tahun 2025.

Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sekaligus menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, pihaknya sedang menunggu rampungnya pembukuan keuangan anak-anak usahanya.

"Belum semua selesai kan. Kan kita lagi impairment-impairment, beresin buku-buku, semua. Nanti mungkin akhir, paling lambat akhir Juni sudah beres semua," tutur Dony ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa, (19/5/2026).

Selain itu, ia menyebut masih banyak anak usaha yang belum melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Diketahui, perseroan mesti mendapat persetujuan pemegang saham sebelum memutuskan pembagian dividen.

"Jadi sabar, semuanya pasti. Kan tahun ini tahun bersih-bersih, kita bersihin semua kan? Kita beresin. Yang pembukuan-pembukuan enggak beres, pembukuan-pembukuan yang enggak betul kita beresin," tandasnya.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat, setoran dividen perusahaan pelat merah sudah mencapai 100% dari target 2024.

Total setoran dividen BUMN per November 2024 telah tembus Rp 85,5 triliun. Nilai dividen BUMN ke negara itu pun naik dari catatan pada 2023 yang sebesar Rp 81,2 triliun.

Dari total dividen itu, BUMN yang menyetor nilai tertinggi ialah PT Bank Rakyat Indonesia atau BRI sebesar Rp 25,7 triliun. Diikuti Bank Mandiri sebesar Rp 17,1 triliun, dan MIND ID sebesar Rp 11,2 triliun.

Urutan selanjutnya Pertamina (Rp 9,3 triliun), Telkom (9,2 triliun), BNI (Rp 6,2 triliun), PLN (Rp 3 triliun), Pupuk Indonesia (Rp 1,2 triliun), Pelindo (Rp 1 triliun), dan BTN (Rp 420 miliar) sebagai 10 besar BUMN penyumbang deviden terbesar.

(fsd/fsd) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Alamtri (ADRO) Bagi Dividen US$447,5 Juta Setara 99,96% Laba 2025


Most Popular
Features