MARKET DATA

21 Emiten Big Cap Ambruk 10% Lebih Hari ini, Mayoritas Saham Konglo

Redaksi,  CNBC Indonesia
19 May 2026 14:31
Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (28/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (28/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten big cap dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun, ramai-ramai tumbang pada perdagangan hari ini. Pelemahan ini ikut menyeret kinerja indeks yang semakin dalam merosot ke zona merah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026). Pada awal sesi kedua IHSG terkoreksi 4,11% tau turun 270,91 poin ke level 6.328,28 dengan kapitalisasi pasar merosot Rp 415 triliun dibandingkan kemarin menjadi Rp 11.137 triliun.

Ini merupakan level terendah IHSG dalam lebih dari satu tahun.



Sebanyak 661 emiten mendarat di zona merah, 80 tidak bergerak, dan 74 emiten naik. Nilai transaksi mencapai Rp 17,72 triliun, melibatkan 33,36 miliar saham dalam 2,04 juta kali transaksi.

Hingga pukul 14.10 WIB setidak ada 21 emiten big cap yang melemah dua digit atau lebih dari -10%. Bahkan sejumlah saham tersebut ambruk hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB), termasuk Chandra Asri Pacific (TPIA) milik Grup Barito konglomerasi bisnis Prajogo Pangestu serta emiten baru bara Grup Sinar Mas, Dian Swastatika Sentosa (DSSA).

Adapun sebagian besar dari emiten big cap yang terkoreksi paling dalam hari ini merupakan saham-saham yang tergabung dalam grup konglomerasi. Sepanjang tahun lalu, saham-saham 'konglo' menjadi idaman investor karena memberikan return yang sangat tinggi kepada para pemegang saham.

Namun tahun ini, emiten-emiten tersebut menjadi yang terkoreksi paling dalam.

Hari ini dari 21 emiten big cap dengan koreksi paling dalam 3 tergabung dalam Grup Barito milik Prajogo, 2 emiten Grup Sinar Mas, 2 Emiten TP Rachmat, 2 Grup Bakrie, 2 emiten Hapsoro dan 2 emiten Grup Salim.

Adapun sejumlah lainnya termasuk emiten yang belum lama ini melaksanakan IPO RLCO, serta emiten produsen plastik IMPC yang sempat melesat tahun lalu.

Emiten Big Cap (kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun) dengan koreksi paling dalam hari ini, mayoritas saham konglo. (Dok. Screening Stockbit)Foto: Emiten Big Cap (kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun) dengan koreksi paling dalam hari ini, mayoritas saham konglo. (Dok. Screening Stockbit)

Meski demikian, dari 21 yang terkoreksi dalam 5 diantaranya masih membukukan return positif sejak awal tahun. 

Selain itu, meski telah terkoreksi dalam, banyak saham-saham big cap tersebut nyatanya masih memiliki valuasi sangat mahal dengan rasio PE ada yang menyentuh 3 digit.

(fsd/fsd) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking News! IHSG Tiba-Tiba Turun 1,8%


Most Popular
Features