Legenda Barcelona Ketahuan Insider Trading, Didenda Segini
Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan pesepak bola Spanyol Gerard Piqué didenda sebesar 200.000 euro atau sekitar Rp3,5 miliar terkait kasus insider trading.
Melansir Financial Times, Otoritas pasar modal Spanyol CNMV menyebut Piqué melakukan "pelanggaran sangat serius" setelah membeli saham perusahaan kesehatan dan keselamatan kerja sebelum diumumkan menjadi target akuisisi.
CNMV mengumumkan sanksi tersebut pada Senin waktu setempat dan mengungkap penyelidikan terhadap Piqué sebelumnya tidak pernah dipublikasikan. Mantan bek juara Piala Dunia yang bermain untuk FC Barcelona selama 14 tahun itu diketahui melakukan transaksi saat sedang cedera pada 2021 silam.
Regulator menyebut pada 20 Januari 2021, Piqué membeli 104.166 saham Aspy Global Services setelah menerima informasi dari pebisnis Francisco José Elías Navarro. Informasi tersebut berkaitan dengan pembicaraan akuisisi Aspy oleh Atrys Health yang baru diumumkan ke publik dua hari kemudian.
Pada 26 Januari 2021, Atrys meluncurkan penawaran senilai 223 juta euro untuk mengakuisisi Aspy. Harga saham Aspy melonjak hampir 20% sejak pembelian saham oleh Piqué hingga ia menjual seluruh posisinya pada 27 Januari 2021.
CNMV tidak mengungkap besaran keuntungan yang diperoleh Piqué dari transaksi tersebut. Namun regulator menjelaskan denda insider trading dapat mencapai empat kali lipat dari keuntungan yang diperoleh melalui aktivitas ilegal.
Selain Piqué, Francisco José Elías Navarro juga dijatuhi denda sebesar 100.000 euro karena dianggap melakukan pengungkapan informasi internal secara melawan hukum. Hingga kini, baik Piqué maupun Elías Navarro belum memberikan komentar terkait keputusan regulator tersebut.
Piqué dan Elías Navarro masih memiliki hak untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Nasional Spanyol. Sementara itu, proses akuisisi Aspy oleh Atrys tetap berjalan dan rampung pada Mei 2021 sebelum akhirnya Aspy dijual kembali tahun ini kepada Grupo Echevarne senilai 145 juta euro.
Kasus insider trading juga pernah menjerat sejumlah figur ternama di industri olahraga dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2016, pegolf Phil Mickelson setuju mengembalikan keuntungan US$931 ribu setelah membeli saham Dean Foods berdasarkan informasi dari penjudi olahraga William "Billy" Walters.
Walters kemudian dijatuhi hukuman lima tahun penjara dan denda US$10 juta pada 2017 karena terbukti memperoleh informasi nonpublik terkait Dean Foods. Hukuman tersebut belakangan diringankan oleh Donald Trump.
Kasus serupa juga melibatkan mantan pemilik klub Tottenham Hotspur, Joe Lewis. Lewis mendapat pengampunan dari Trump tahun lalu setelah sebelumnya mengaku bersalah atas insider trading dan dijatuhi denda US$5 juta serta masa percobaan selama tiga tahun.
(fsd/fsd) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]