Rupiah Ditutup Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Sentuh Rp17.405

Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
Senin, 11/05/2026 15:08 WIB
Foto: Petugas menjunjukkan mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah di VIP Money Changer, Jakarta, Kamis (25/9/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (11/5/2026).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengakhiri perdagangan pertama pekan ini di zona merah atau terdepresiasi 0,26% ke posisi Rp17.405/US$.


Pelemahan sudah terjadi sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Rupiah dibuka melemah 0,06% di level Rp17.370/US$, kemudian tekanan berlanjut sepanjang perdagangan hingga ditutup lebih rendah pada sore ini.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama dunia per pukul 15.00 WIB bergerak di zona positif dengan penguatan 0,10% ke level 98,001.

Pergerakan rupiah sepanjang perdagangan hari ini terjadi di tengah penguatan dolar AS. Permintaan terhadap dolar kembali meningkat seiring naiknya kebutuhan terhadap aset safe haven.

Sentimen tersebut dipicu oleh belum adanya titik terang dalam upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik AS-Iran yang telah berlangsung selama 10 pekan.

Presiden AS Donald Trump menolak respons Iran terhadap proposal perdamaian yang diajukan Washington. Trump menyebut respons tersebut sebagai "totally unacceptable" atau sama sekali tidak dapat diterima.

Iran sebelumnya dilaporkan menawarkan pengalihan sebagian stok uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga. Namun, Teheran tetap menolak untuk membongkar infrastruktur nuklirnya.

Dari dalam negeri, Survei Konsumen Bank Indonesia pada April 2026 menunjukkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi masih tetap terjaga.

Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2026 yang berada pada level optimistis atau di atas 100, yakni sebesar 123,0. Angka ini meningkat tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 122,9.

Terjaganya keyakinan konsumen pada April 2026 terutama ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tercatat sebesar 116,5, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 115,4.

Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tetap berada di level optimistis sebesar 129,6, meskipun lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 130,4.


(evw/evw) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Sempat Tembus Rp 17.400/USD, Kapan Rupiah Bisa Menguat Lagi?