Breaking News! Dolar AS Naik ke Rp17.370

Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
Senin, 11/05/2026 09:06 WIB
Foto: Warga melakukan penukaran mata uang rupiah ke dolar AS di Money Changer Valuta Artha Mas, Jakarta, Rabu (6/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan awal pekan ini dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Di tengah dinamika dolar AS yang kembali menguat di pasar global.

Merujuk data Refinitiv, rupiah dibuka melemah 0,06% atau terdepresiasi ke level Rp17.370/US$ pada perdagangan Senin (11/5/2026). Pada penutupan perdagangan terakhirnya, Jumat (8/5/2026), mata uang Garuda juga tersungkur 0,17% ke level Rp17.360/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS atau DXY per pukul 09.00 WIB terpantau menguat 0,16% ke level 98,052.


Pergerakan rupiah pada awal pekan ini masih akan dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik.

Dari eksternal, dinamika dolar AS di pasar global kembali menjadi perhatian. Penguatan dolar terjadi seiring meningkatnya kembali permintaan terhadap aset safe haven. Hal ini dipicu oleh belum adanya titik terang dalam upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik AS-Iran yang telah berlangsung selama 10 pekan.

Presiden AS Donald Trump menolak respons Iran terhadap proposal perdamaian yang diajukan Washington. Trump menyebut respons tersebut sebagai "totally unacceptable" atau sama sekali tidak dapat diterima.

Iran sebelumnya dilaporkan menawarkan pengalihan sebagian stok uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga. Namun, Teheran tetap menolak untuk membongkar infrastruktur nuklirnya

Dari dalam negeri, Bank Indonesia dijadwalkan merilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) untuk periode April 2026 pada hari ini.

Pada Maret 2026, IKK turun ke level 122,9 dari 125,2 pada bulan sebelumnya. Posisi tersebut menjadi yang terendah sejak Oktober tahun lalu.

Penurunan IKK terjadi seiring melemahnya sebagian besar komponen penyusunnya. Indeks ekspektasi kondisi ekonomi turun 4,0 poin menjadi 130,4, sedangkan ekspektasi pendapatan untuk enam bulan ke depan melemah 3,0 poin ke level 137,7.

Konsensus pasar memperkirakan IKK April 2026 masih akan melanjutkan pelemahan ke level 122. Jika terealisasi, pelemahan keyakinan konsumen dapat menjadi sentimen tambahan yang perlu dicermati pasar, terutama karena konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.


(evw/evw) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Sempat Tembus Rp 17.400/USD, Kapan Rupiah Bisa Menguat Lagi?