MARKET DATA

Serangan Siber Intai Industri Pindar, OJK Minta Perkuat Sistem

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
08 May 2026 08:19
Pinjol paling banyak utangi warga ri
Foto: Judul/ Pinjol paling banyak utangi warga ri/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan kejahatan siber disektor jasa keuangan marak terjadi dengan berbagai macam modus. Kejahatan siber yang terjadi pada industri pinjaman daring (Pindar) tentunya merugikan masyarakat.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (KE PVML) Agusman meminta agar perusahaan pindar terus memperkuat antara lain tata kelola keamanan siber, manajemen risiko, serta keandalan sistem elektronik.

"Penyelenggara Pindar tentu tidak terlepas dari eksposur risiko keamanan siber. Untuk itu, Penyelenggara Pindar perlu terus memperkuat antara lain tata kelola keamanan siber, manajemen risiko, serta keandalan sistem elektronik, termasuk kemampuan deteksi dan respons terhadap insiden siber," ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).

Sejalan dengan hal tersebut, saat ini OJK sedang dilakukan penyusunan pedoman keamanan dan ketahanan siber bagi penyelenggara Pindar. Harapannya, dapat menjadi acuan dalam melakukan evaluasi dan peningkatan keamanan siber secara berkelanjutan.

OJK mencatat, outstanding pembiayaan produktif industri pinjaman daring (Pindar) per Maret 2026 tumbuh 23,40% secara tahunan menjadi sebesar Rp34,66 triliun.

"Tren pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pengembangan pembiayaan produktif terus berjalan meskipun porsi outstanding pembiayaan produktif terhadap total outstanding pembiayaan industri Pindar masih dalam proses peningkatan," tuturnya.

Ia mengungkapkan, pendanaan macet industri Pindar pada Maret 2026 didominasi oleh kelompok usia 19-34 tahun dengan porsi 48,65%.

"Hal ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas penggunaan Pindar pada kelompok usia produktif, sehingga eksposur risiko relatif lebih tinggi dan memerlukan penguatan penilaian kemampuan bayar," sebutnya.

Ia menyebut, Maret 2026, terdapat 16 Penyelenggara Pindar yang memiliki TWP90 di atas 5%. "Penyelenggara tersebut tidak serta merta harus menghentikan penyaluran pembiayaan, namun perlu lebih mengedepankan prinsip kehati-hatian, termasuk memperbaiki kualitas penyaluran dan manajemen risiko," ucapnya.

Adapun pendanaan macet didominasi oleh sektor konsumtif, mengingat sangat bergantung pada pendapatan dan arus kas pribadi, sehingga lebih sensitif terhadap kemampuan bayar.

OJK mendorong penyelenggara Pindar melakukan langkah perbaikan antara lain melalui penguatan penilaian kelayakan dan kemampuan bayar, peningkatan kualitas credit scoring, peningkatan efektivitas penagihan, dengan tetap menjaga pelindungan konsumen.

OJK memproyeksikan TWP90 tetap dapat dikelola dalam batas yang terkendali seiring dengan penguatan manajemen risiko, tata kelola, dan penerapan prinsip kehati-hatian oleh Penyelenggara Pindar.

"Ke depan, optimalisasi porsi pembiayaan produktif terus didorong melalui penguatan kapasitas penyaluran dan peningkatan kualitas analisis kredit. Sehingga porsi pembiayaan produktif dapat meningkat secara bertahap dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan pelindungan konsumen," pungkasnya.

(fsd/fsd) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ini Tiga Arah Strategis Pindar Hasil Rakernas AFPI


Most Popular
Features