Kospi Korea Cetak Rekor, Bursa Asia Kompak Dibuka di Zona Hijau
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Asia-Pasifik dibuka menguat pada Rabu, (6/5/2026) dengan indeks utama mencatat kenaikan, mengikuti reli Wall Street semalam seiring turunnya harga minyak dan kuatnya kinerja laba perusahaan. Indeks Kospi Korea Selatan bahkan menyentuh rekor tertinggi baru, mencerminkan optimisme investor di kawasan.
Melansir CNBCÂ Internasional, Presiden Donald Trump menyatakan upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis Timur Tengah menunjukkan kemajuan, dengan Amerika Serikat menghentikan sementara misi pengawalan kapal di Selat Hormuz. Ia menyebut langkah ini dilakukan untuk memberi ruang finalisasi kesepakatan meski blokade masih tetap diberlakukan.
Program "Project Freedom" sebelumnya dijalankan militer AS untuk mengawal kapal dagang keluar dari Selat Hormuz di tengah ketegangan kawasan. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan dua kapal komersial AS bersama kapal perusak telah berhasil melintasi jalur tersebut dengan aman.
Harga minyak dunia melemah setelah perkembangan tersebut, dengan West Texas Intermediate turun 1,96% ke US$100,27 per barel dan Brent turun 1,27% ke US$108,48 per barel. Penurunan harga energi ini turut menopang sentimen positif di pasar saham global.
Di Asia, Kospi melonjak 4,50% ke level tertinggi baru setelah libur, memperpanjang reli lebih dari 70% sepanjang tahun berjalan. Saham-saham unggulan seperti Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing naik lebih dari 8% dan 9%, sementara indeks Kosdaq justru terkoreksi tipis 0,15%.
Pasar Australia juga menguat dengan indeks S&P/ASX 200 naik 0,58%, sementara kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di bawah posisi penutupan terakhirnya. Perdagangan di Jepang ditutup karena libur nasional.
Di Wall Street, indeks utama kembali mencetak rekor pada sesi sebelumnya dengan S&P 500 naik 0,81% ke 7.259,22 dan Nasdaq Composite menguat 1,03% ke 25.326,13. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik 356,35 poin atau 0,73% menjadi 49.298,25.
(fsd) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]