Harga Saham Bergerak Tak Wajar, BEI Pantau Ketat 3 Emiten Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas PT Sidomulyo Selaras Tbk. (SDMU), PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) dan PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk. (TOOL) mulai Rabu, (30/4/2026). Emiten tersebut dipantau karena terjadi kenaikan harga saham yang tidak wajar.
Mengutip keterbukaan informasi BEI, saham tersebut bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi investor, khususnya pemegang saham ketiga emiten tersebut.
"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya.
Informasi terakhir mengenai SDMU yang merupakan emiten logistik ini adalah informasi tanggal 17 April 2026 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia perihal penjelasan atas volatilitas transaksi.
"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham SDMU tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulisnya.
Mengutip data pasar, saham SDMU bergerak naik 28,57% ke harga Rp126 per saham pada perdagangan kemarin. Di sisi lain, saham SDMU naik 68% selama satu bulan. Sementara dalam year to date naik 18.87%.
Dengan pengumuman ini, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Sama halnya dengan SDMU, BEI juga memberi perhatian khusus bagi saham KOTA karena adanya volatilitas transaksi yang dianggap tak wajar. Adapun keterangan terakhir soal KOTA tertuang pada keterbukaan informasi tanggal 18 April 2026 perihal penyampaian laporan keuangan tahunan.
Selama perdagangan kemarin, saham perusahaan propert ini naik 4,20% di level Rp149 Adapun saham KOTA terpantau naik 166.07% dalam periode bulanan, dan telah naik 144.26% selama year to date (YTD).
Di sisi lain, perusahaan TOOL juga dipelototi BEI akibat transaksinya yang tidak wajar. Padahal, sebelumnya, perseroan telah mempublikasikan penyampaian laporan keuangan interim yang tidak diaudit pada tanggal 30 April 2026.
Sepanjang perdagangan kemarin, emiten peralatan ruma ini bergerak naik 6,38% di level Rp100 per saham. Adapun sebulan ke belakang sahamnya telah naik 63.93% dan secara year to date naik 56.25%.
(fsd/fsd) Add
source on Google