Sahamnya Ada yang Naik 200%, BEI Pantau Ketat 3 Emiten Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas tiga saham sekaligus mulai Kamis, (30/7/2026). Emiten tersebut dipantau karena terjadi kenaikan harga saham yang tidak wajar.
Ketiga saham tersebut antara lain PT Dewi Shri Farmindo Tbk. (DEWI), PT Aman Agrindo Tbk. (GULA) dan PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA).
Mengutip keterbukaan informasi BEI, saham tersebut bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi investor, khususnya pemegang saham ketiga emiten tersebut.
"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya.
"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham DEWI tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulisnya.
Mengutip data pasar, saham DEWI bergerak stagnan ke harga Rp119 per saham pada perdagangan kemarin. Di sisi lain, saham DEWI naik 3.48% selama satu bulan. Sementara dalam year to date turun 20.13%.
Dengan pengumuman ini, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Sama halnya dengan DEWI, BEI juga memberi perhatian khusus bagi saham GULA karena adanya volatilitas transaksi yang dianggap tak wajar.
Selama perdagangan hari ini, saham perusahaan perdagangan gula ini naik 6,88% di level Rp855. Adapun saham GULA terpantau naik 46.15% dalam periode bulanan, dan telah naik 226.34% selama year to date (YTD).
Di sisi lain, perusahaan MDIA juga dipelototi BEI akibat transaksinya yang tidak wajar. Sepanjang perdagangan kemarin, emiten konsultan bisnis ini bergerak naik 34,62% di level Rp175 per saham. Adapun sebulan ke belakang sahamnya telah naik 212.50% dan secara year to date naik 84.21%.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]