MARKET DATA

Saham Bank Mini & Asuransi Naik Tinggi, BEI Pantau Ketat 3 Emiten Ini

Redaksi,  CNBC Indonesia
06 January 2026 08:55
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (10/9/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (10/9/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas tiga saham sekaligus mulai Senin, (5/1/2026). Emiten tersebut dipantau karena terjadi kenaikan harga saham yang tidak wajar.

Ketiga saham itu antara lain PT Asuransi Jasa Tania Tbk. (ASJT), PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA) dan PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk. (AHAP).

Mengutip keterbukaan informasi BEI, saham tersebut bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi investor, khususnya pemegang saham ketiga emiten tersebut.

"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya.

Informasi terakhir mengenai ASJT yang merupakan emiten asuransi ini adalah informasi tanggal 29 Desember 2025 yang

dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia perihal ringkasan risalah rapat umum para pemegang saham luar biasa.

"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham ASJT tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulisnya.

Mengutip data pasar, saham ASJT bergerak naik 34,39% ke harga Rp254 per saham pada perdagangan kemarin. Di sisi lain, saham ASJT naik 73.97% selama satu bulan. Sementara dalam year to date naik 37.30%.

Dengan pengumuman ini, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Sama halnya dengan ASJT, BEI juga memberi perhatian khusus bagi saham BNBA karena adanya volatilitas transaksi yang dianggap tak wajar. Adapun keterangan terakhir soal BNBA tertuang pada keterbukaan informasi tanggal 23 Desember 2025 perihal penjelasan atas permintaan penjelasan bursa.

Selama perdagangan kemarin, saham perbankan ini naik 24,68% di level Rp985 Adapun saham BNBA terpantau naik 52.71% dalam periode bulanan, dan telah naik 39.72% selama year to date (YTD).

Di sisi lain, perusahaan AHAP juga dipelototi BEI akibat transaksinya yang tidak wajar. Padahal, sebelumnya, perseroan telah mempublikasikan laporan hasil public expose - tahunan pada tanggal 23 Desember 2025.

Sepanjang perdagangan kemarin, AHAP bergerak naik 34,96% di level Rp166 per saham. Adapun sebulan ke belakang sahamnya telah naik 72.92% dan secara year to date naik 41.88%.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bursa Pantau Ketat Perdagangan 3 Saham Ini, Kenapa?


Most Popular
Features