MARKET DATA

Asing Bongkar Muatan Lagi, Ini Daftar Saham yang Banyak Dibuang

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
29 April 2026 08:00
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) jumbo pada perdagangan Selasa (28/4/2026), dengan nilai mencapai Rp2,35 triliun di seluruh pasar.

Aksi jual ini terutama menyasar saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), khususnya sektor perbankan dan komoditas.

Berdasarkan data perdagangan, saham properti BSDE menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan nilai net sell mencapai Rp1,50 triliun. Asing melepas BSDE melalui pasar negosiasi. Asing melepas 1,7 miliar saham BSDE dengan harga rata-rata 880.

Tekanan jual juga terlihat signifikan di saham perbankan besar seperti BMRI dan BBCA. Selain perbankan, tekanan juga terjadi pada saham komoditas seperti ANTM, serta saham energi dan batu bara seperti CUAN dan BUMI.

Selengkapnya berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar:

  1. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) - Rp1,50 triliun
  2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp350,7 miliar
  3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp172,6 miliar
  4. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Rp136,9 miliar
  5. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Rp116,9 miliar
  6. PT FAP Agri Tbk (FAPA) - Rp94,9 miliar
  7. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) - Rp60,8 miliar
  8. PT Astra International Tbk (ASII) - Rp44,5 miliar
  9. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) - Rp38,2 miliar
  10. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) - Rp35,3 miliar

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 34,13 poin atau -0,48% ke level 7.072,39. Padahal pada awal perdagangan IHSG berada di zona hijau dan sempat menyentuh level tertinggi di 7.151,51. 

Sebanyak 352 saham naik, 374 turun, dan 233 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 17,48 triliun, melibatkan 30,23 miliar saham dalam 2,11 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun melorot menjadi Rp 12.594 triliun. 

Mengutip Refinitiv, Amman Mineral (AMMN) menjadi pemberat utama dengan bobot -8,36 poin. Saham AMMN koreksi 5,09% setelah hari sebelumnya naik 8%.

Selain itu Dian Swastatika Sentosa (DSSA) juga masih melanjutkan koreksi selama enam hari berturut-turut. DSSA membebani IHSG sebesar -7,05 poin. 

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Asing Kompak Borong Saham ASII-BBRI, Lego Saham BBCA Rp 444 Miliar


Most Popular
Features