Bantu Program Prioritas Presiden, BI Sudah Tebar Insentif Rp427,9 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia telah menggelontorkan dana senilai Rp 427,9 triliun melalui mekanisme kebijakan likuiditas makroprudensial atau KLM pada kuartal I-2025.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, nilai KLM yang telah digelontorkan itu telah diserap perbankan melalui alokasi insentif percepatan pinjaman senilai Rp 358 triliun, dan percepatan penurunan suku bunga pinjaman atau kredit Rp 69,9 triliun.
"Insentif KLM di kuartal I Rp 427,9 triliun," kata Perry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI, Rabu (22/4/2026).
Dari total nilai insentif yang sudah dikucurkan itu, Perry mengatakan, terbesar yang menyerap ialah kelompok Bank BUMN senilai Rp 224 triliun.
Lalu, Bank Umum Swasta Nasional atau BUSN sebesar Rp 166,6 triliun, Bank Pembangunan Daerah atau BPD Rp 29,6 triliun, serta Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) sebesar Rp 7,8 triliun.
"Secara sektoral KLM disalurkan ke sektor pertanian, industri, hilirisasi, jasa, real estate, UMKM, koperasi, inklusi, hijau dan berkelanjutan," ungkap Perry.
"Sektor tersebut mendukung implementasi program pemerintah Asta Cita," tegasnya.
(arj/haa) Add
source on Google