MARKET DATA

Perang di Timur Tengah Bikin Ekonomi Memburuk, Bos BI Ramal Cuma 3%

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
22 April 2026 14:09
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat tiba di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Foto: Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat tiba di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran berpotensi makin memperlemah prospek pertumbuhan ekonomi dunia.

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil rapat dewan gubernur April 2026.

"Perang di Timur Tengah makin perburuk prospek ekonomi global," kata Perry dalam konferensi pers secara daring, Rabu (22/4/2026).

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi berpotensi makin lemah dengan arah ke level 3% dari sebelumnya bisa tumbuh di kisaran 3,1%.

Terutama karena efek lanjutan dari konflik yang mengerek harga komoditas energi seperti minyak mentah dunia hingga mengganggu rantai pasokan global.

"Prospek ekonoi global menjadi 3% 2026 dari seblmnya 3,1%," tegas Perry.

Ia mengatakan, tekanan inflasi juga berpotensi naik di level global menjadi 4,2% dari sebelumnya diperkirakan di level 4,1%.

(arj/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos BI Naikkan Proyeksi Ekonomi Global, Bisa Tumbuh 3,2% di 2025


Most Popular
Features