MARKET DATA

Investor Wait and See Konflik AS-Iran, Bursa Asia-Pasifik Bervariasi

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
09 April 2026 08:52
Kantor pusat KEB Hana Bank di Seoul, Korea Selatan, Kamis, 23 Juli 2020. (AP/Ahn Young-joon) (AP Photo/Ahn Young-joon)
Foto: Kantor pusat KEB Hana Bank di Seoul, Korea Selatan, Kamis, 23 Juli 2020. (AP/Ahn Young-joon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham Asia-Pasifik dibuka bergerak bervariasi pada Kamis (9/4/2026), di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Hal ini terjadi setelah parlemen Iran menuduh AS melanggar kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan yang sebelumnya diumumkan.

Melansir CNBC, Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengumumkan gencatan senjata "dua arah" setelah lebih dari satu bulan konflik berlangsung dengan Iran. Dalam pernyataannya, Trump menyebut akan menghentikan serangan terhadap Iran selama dua minggu sebagai dasar untuk membuka ruang negosiasi.

Trump juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilai cukup layak untuk menjadi dasar perundingan. Namun, kesepakatan ini bergantung pada kesediaan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur vital energi global.

Pemerintah Teheran menyatakan akan menghentikan operasi defensif jika serangan terhadap wilayahnya dihentikan sepenuhnya. Selain itu, Israel juga dilaporkan menyetujui gencatan senjata tersebut, meskipun situasi di kawasan masih rapuh.

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, kemudian menuduh AS telah melanggar kesepakatan tersebut. Ia menyebut pelanggaran meliputi penolakan hak Iran untuk memperkaya uranium, serangan Israel di Lebanon, serta masuknya drone ke wilayah udara Iran.

Di pasar saham, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,6% sementara Kosdaq bergerak datar. Di Jepang, Nikkei 225 naik tipis 0,12% dan Topix menguat 0,26%, sedangkan S&P/ASX 200 melemah 0,24%.

Sementara itu, harga minyak dunia melonjak seiring ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi. Kontrak berjangka West Texas Intermediate untuk Mei naik 2,3% menjadi US$96,63 per barel, sedangkan Brent kontrak Juni naik 1,87% ke US$96,50 per barel.

Di pasar berjangka AS, kontrak S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing turun 0,1%. Sementara itu, kontrak Dow Jones Industrial Average melemah 32 poin atau kurang dari 0,1%.

Pada perdagangan sebelumnya di Wall Street, pasar saham AS melonjak tajam setelah pengumuman gencatan senjata tersebut. Indeks Dow Jones Industrial Average melesat 1.325,46 poin atau 2,85% ke 47.909,92, menjadi kenaikan harian terbaik sejak April 2025.

Indeks S&P 500 naik 2,51% ke 6.782,81, sementara Nasdaq Composite melonjak 2,80% ke 22.635,00. Kenaikan ini terjadi setelah konflik lima pekan yang sempat menutup jalur penting pasokan energi global mulai mereda.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bursa Asia Ambruk Berjamaah Kala Konflik AS-Iran Makin Memanas


Most Popular
Features