MARKET DATA

Bursa Asia Ambruk Berjamaah Kala Konflik AS-Iran Makin Memanas

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
02 March 2026 08:55
A man looks at an electronic stock board showing Japan's Nikkei 225 index at a securities firm in Tokyo Wednesday, Dec. 11, 2019. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Foto: Bursa Jepang (Nikkei). (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Asia-Pasifik ambruk pada perdagangan Senin, (2/3/2026) setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meningkat menyusul kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Melansir CNBC, situasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Minggu bahwa operasi tempur di Iran akan terus berlanjut setelah tiga personel militer AS tewas. Pernyataan tersebut memperburuk sentimen pasar global dan mendorong investor beralih ke aset safe haven.

Harga minyak melonjak lebih dari 8% dengan kontrak berjangka West Texas Intermediate dan Brent masing-masing diperdagangkan di level US$72,52 dan US$79,04 per barel. Sementara itu, kontrak emas naik 2,3% karena investor memburu aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 anjlok hampir 2% pada pembukaan perdagangan, sementara TOPIX turun 2,1%. Meski demikian, saham perusahaan pertahanan seperti Mitsubishi Heavy Industries, Kawasaki Heavy Industries, dan IHI Corporation justru menguat lebih dari 1%.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,38% pada awal perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Index berada di level 26.465, lebih rendah dari penutupan sebelumnya di 26.630,54.

Pasar saham Korea Selatan ditutup karena libur nasional. Di Amerika Serikat, kontrak berjangka indeks saham juga melemah dengan futures Dow Jones Industrial Average turun 517 poin atau sekitar 1%, sementara S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing merosot sekitar 1% dan sedikit lebih dari 1%.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bursa Asia Jatuh Terseret Sektor Teknologi AI


Most Popular
Features