MARKET DATA

Didukung SoftBank Cs, OpenAI Kantongi Dana Jumbo Rp 2.073 Triliun

mkh,  CNBC Indonesia
01 April 2026 13:55
OpenAI. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
Foto: OpenAI. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia — OpenAI menutup putaran pendanaan (funding round) terbaru dengan valuasi mencapai US$852 miliar atau setara sekitar Rp13.500 triliun, menandai salah satu pembiayaan terbesar dalam sejarah industri teknologi global.

Mengutip CNBC.com, Rabu (1/4/2026), dalam pernyataan resminya, OpenAI mengungkapkan total komitmen dana yang berhasil dihimpun mencapai US$122 miliar atau Rp 2.073 triliun (kurs Rp 17.000), meningkat dari US$110 miliar yang diumumkan pada Februari lalu. Putaran ini dipimpin oleh SoftBank bersama investor besar lainnya seperti Andreessen Horowitz dan D. E. Shaw Ventures.

Lonjakan valuasi tersebut sejalan dengan pesatnya pertumbuhan bisnis OpenAI sejak meluncurkan ChatGPT pada 2022 yang memicu ledakan adopsi kecerdasan buatan (AI) secara global. Hingga Maret 2026, ChatGPT tercatat telah digunakan oleh lebih dari 900 juta pengguna aktif mingguan, dengan lebih dari 50 juta pelanggan berbayar.

Dari sisi kinerja, OpenAI kini menghasilkan sekitar US$2 miliar per bulan, dengan total pendapatan mencapai US$13,1 miliar sepanjang 2025. Meski demikian, perusahaan masih berada dalam fase ekspansi agresif dan belum mencatatkan laba.

Sebelumnya, sejumlah investor strategis telah lebih dulu mengunci komitmen besar, di antaranya Amazon hingga US$50 miliar, Nvidia sebesar US$30 miliar, serta SoftBank sebesar US$30 miliar. Tambahan dana terbaru sekitar US$12 miliar berasal dari investor yang lebih luas, termasuk partisipasi melalui jaringan perbankan serta sekitar US$3 miliar dari investor individu.

Mitra lama OpenAI, Microsoft, juga turut berpartisipasi dalam pendanaan ini, meski tidak merinci nilai investasinya. Hingga akhir tahun lalu, Microsoft tercatat telah menanamkan lebih dari US$13 miliar di OpenAI.

Dengan valuasi yang melonjak tajam, CEO Sam Altman kini menghadapi tekanan untuk membuktikan keberlanjutan model bisnis, terutama di tengah rencana menuju initial public offering (IPO). Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan juga mulai melakukan penyesuaian strategi dengan menahan sebagian belanja besar serta menghentikan sejumlah produk guna mengendalikan biaya.

OpenAI menegaskan bahwa pendanaan jumbo ini akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur AI global. "Modal yang digelontorkan saat ini akan membantu membangun lapisan infrastruktur untuk kecerdasan itu sendiri, yang nilainya pada akhirnya akan mengalir ke ekonomi, perusahaan, komunitas, hingga individu," tulis perusahaan.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Lepas Semua Saham Nvidia Buat Masuk ChatGPT, Saham Softbank Longsor


Most Popular
Features