Video

Video: Jurus CGAS Genjot Bisnis Gas Alam Rp835 Miliar di Tengah Perang

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
31 March 2026 11:29

Jakarta, CNBC Indonesia- Perang Timur Tengah yang mengerek harga energi global disebut Presiden Direktur Citra Nusantara Gemilang (CGAS), Andika Purwonugroho turut mempengaruhi pasokan energi di Indonesia khususnya produk energi impor.

Di tengah kondisi ketidakpastian geopolitik saat ini, Emiten perdagangan dan distribusi gas alam atau Compressed Natural Gas (CNG) di Indonesia yakni PT Citra Nusantara Gemilang (CGAS) masih cukup beruntung karena pasokan bahan baku berasal dari dalam negeri sehingga relatif tidak berpengaruh dari kondisi di luar negeri.

CGAS pada 2025 berhasil meningkatkan kinerja seiring dengan penambahan kapasitas melalui station CNG di Gresik yang memiliki kapasitas 2,2 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) serta station CNG di Grobogan dengan kapasitas 1,5 MMSCFD.

CGAS berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan gas hingga 75 Juta MMSCFD sepanjang tahun 2025 sehingga pendapatan naik menjadi Rp 609 Miliar. Ditopang penambahan kapasitas station baru serta meningkatnya kebutuhan industri yang masif melakukan konversi gas dari BBM ke CNG, sementara pada tahun 2026, CGAS menargetkan penjualan hingga 90 Juta MMSCFD dengan pendapatan diharapkan dapat mencapai Rp 835 Miliar.

Seperti apa strategi bisnis dan kinerja bisnis gas alam CGAS di tengah gejolak energi global? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Presiden Direktur PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS), Andika Purwonugroho dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Selasa, 31/03/2026)


Add as a preferred
source on Google