MARKET DATA

Bos BI Buka-bukaan Soal Dolar Nyaris Rp17.000, Ambil Kebijakan Ini!

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
17 March 2026 14:23
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan memburuknya kondisi global berdampak nilai tukar melemah di emerging market, termasuk Indonesia. Rupiah pun, menurut data BI, mengalami pelemahan Rp 16.985 per dolar AS, atau melemah 1,9% per 16 Maret 2026.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menekankan BI akan tetap menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi baik di pasar NDF luar negeri (off-shore) maupun transaksi spot dan DNDF di pasar dalam negeri.

"BI meyakini rupiah akan stabil ke depannya," kata Perry dalam rilis hasil RDG BI bulan Maret 2026, Selasa (17/3/2026).

Selain itu, Bank Indonesia juga mengoptimalkan seluruh instrumen moneter untuk meningkatkan aliran masuk modal asing guna mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah. Ke depan, berbagai upaya untuk memperkuat kinerja neraca pembayaran diharapkan dapat mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.

Bank Indonesia meyakini nilai tukar Rupiah akan stabil, didukung oleh komitmen Bank Indonesia, imbal hasil yang menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.

Adapun, berdasarkan data Refinitiv, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka di zona hijau, dengan penguatan sebesar 0,12% ke level Rp16.965/US$ pada perdagangan hari ini.

Penguatan ini membalikkan posisi perdagangan sebelumnya, saat rupiah ditutup melemah 0,30% di level Rp16.985/US$. Namun demikian, bank-bank RI terpantau masih menjual dolar Amerika Serikat (AS) dengan nilai Rp17.000. Bahkan ada yang menjual hingga tembus Rp17.265 per US$.

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article BI Pakai Cara Ini Selamatkan Rupiah, Tanpa Kuras Cadangan Devisa


Most Popular
Features