Dampak Merger dengan MyRepublic, Pemegang Saham MORA Terdilusi 50,5%

mkh, CNBC Indonesia
Selasa, 17/03/2026 14:00 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Jumat 28/2/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) mengumumkan rencana penggabungan usah dengan PT Eka Mas Republik atau My Republic. 

Mengutip Ringkasan Rencana Penggabungan, Selasa (17/3/2026), merger kedua perusahaan akan mengakibatkan penurunan persentase kepemilikan saham atau dilusi dari pemilik saham MORA sebesar 50,5%. 

Hal ini disebabkan oleh peningkatan modal saham perusahaan yang menerima penggabungan sebesar 24.127.524.045 unit.


Secara teoritis, persentase saham yang dimiliki oleh pemegang saham MORA dan My Republic akan terdilusi secara proporsional berdasarkan rasio konversi. Setiap saham My Republic akan setara dengan 7.703,81 saham di MORA.

Sebagai informasi, rencana merger antara Moratelindo dan MyRepublic telah dimuat dalam prospektus Perseroan yang dipublikasikan pada 18 Desember 2025.

Moratelindo sebagai perusahaan publik menjadi perusahaan yang menerima penggabungan, sedangkan MyRepublic Indonesia menjadi perusahaan yang menggabungkan diri.

Setelah penggabungan efektif, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) dari entitas hasil penggabungan melalui kepemilikan secara tidak langsung.

Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Krisnan Cahya mengatakan, merger ini juga akan mendukung program pemerintah percepatan dan pemerataan ekosistem digital di tanah air.

"Melalui penguatan jangkauan jaringan dan peluncuran berkelanjutan, kita bisa mendorong ekosistem digital lokal yang inklusif dan berkelanjutan," ujarnya di Jakarta, (23/12/2025).

Manfaat kedua yang diperoleh perusahaan adalah penggabungan ini akan membentuk entitas yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi melalui kombinasi keunggulan strategis, operasional, teknis, dan finansial.

Selain manfaat yang diterima oleh perusahaan, adanya aksi korporasi ini akan memberikan manfaat kepada konsumen/pengguna. Penggabungan ini mencakup jaringan dan kapasitas infrastruktur sehingga dapat menghadirkan layanan yang lebih stabil, lebih cepat, dengan cakupan yang lebih luas kepada pelanggan.

Sebagai informasi, Moratelindo resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2022 lalu. Struktur pemegang saham Moratelindo yakni PT Candrakarya Multikreasi yang memiliki 35,99% saham di Perseroan, PT Gema Lintas Buana dengan kepemilikan 30,18% dan publik dengan kepemilikan saham sebanyak 33,83%.

Sementara pemegang saham MyRepublic Indonesia yaitu PT Innovate Mas Utama dengan kepemilikan 95,77%, PT Innovate Mas Indonesia dengan kepemilikan 2,31%, PT DSST Mas Gemilang dengan kepemilikan 1,92% dan PT Buana Mas Sejahtera dengan persentase kepemilikan saham di MyRepublic di bawah 1%.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Arus Modal Keluar RI Tembus US$1,38 Miliar Pasca MSCI & Moody's