IHSG Rontok Nyaris 20%, Nasabah Unitlink Panik?
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami depresiasi tajam di awal tahun. Meski demikian, hal ini disebut tidak terlalu berdampak pada produk unitlink atau Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI).
Sebagaimana diketahui, IHSG telah kontraksi 19,73% sejak awal tahun ke level 7.022,29 per penutupan perdagangan Senin (16/3/2026). Kapitalisasi pasar bahkan terkikis menjadi Rp12.413 triliun dari sebelumnya sempat mencapai Rp16.000 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono tak menampik volatilitas IHSG pada awal tahun ini secara umum dapat memengaruhi kinerja investasi pada produk unitlink berbasis saham dalam jangka pendek.
"Namun demikian, hingga Januari 2026 klaim nilai tunai PAYDI justru tercatat menurun 3,69% secara year on year, yang menunjukkan bahwa kondisi pasar saat ini belum secara signifikan mendorong peningkatan penarikan dana oleh pemegang polis," jelas Ogi dalam jawaban tertulis, Senin, (16/3/2026).
Secara umum, Ogi menilai, produk unitlink tetap dirancang sebagai solusi proteksi yang disertai komponen investasi dengan perspektif jangka menengah hingga panjang.
Berdasarkan data Januari 2026, premi produk unitlink tercatat sebesar Rp4,06 triliun atau sekitar 22,59% dari total premi asuransi jiwa, dengan pertumbuhan 6,56% yoy.
"Perkembangan ini menunjukkan bahwa kinerja unitlink mulai stabil setelah dalam beberapa tahun terakhir mengalami penyesuaian seiring dengan penguatan regulasi dan perbaikan tata kelola produk," kata dia.
Ke depan, unitlink masih akan menjadi salah satu produk penting di industri asuransi jiwa, meskipun komposisinya kini lebih seimbang bersama produk asuransi kesehatan dan endowment yang juga mengalami peningkatan porsi. Struktur ini mencerminkan semakin beragamnya pilihan produk perlindungan bagi masyarakat.
(mkh/mkh) Add
source on Google