MARKET DATA

Rencana Holding Asuransi BUMN Akan Jadi 3 Perusahaan, Ini Kata Jasindo

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
12 March 2026 18:05
Indonesia Financial Grup (IFG). (Dok. IFG)
Foto: Indonesia Financial Grup (IFG). (Dok. IFG)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menggabungkan 15 asuransi pelat merah menjadi tiga. Nantinya, ketiganya akan memiliki spesialisasi masing-masing. PT Asuransi Jasa Indonesia (Asuransi Jasindo) mengaku siap pada rencana aksi korporasi tersebut.

"Kita sebagai anggota IFG kita ikut apa kata pemegang saham. Jadi pemegang saham bilang siap-siap ya kita siap-siap," kata Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana saat ditemui di Jakarta, Kamis (12/3/2026).



Menurutnya, pihaknya sebagai asuransi plat merah tetap mengikuti arahan dan perintah pemegang saham, termasuk BPI Danantara. "Ya harus siap karena mandat. Kita udah under Danantara ada IFG, mereka bilang, apa kita lakukan," sebutnya.

Ia menambahkan, saat ini, pihaknya sebagai asuransi milik negara terus melakukan edukasi dan inklusi sektor asuransi, salah satunya, melalui produk asuransi mudik dan kecelakaan diri dengan manfaat perlindungan kecelakaan diri hingga Rp 100 juta hanya dengan premi yang terjangkau mulai dari Rp 10 ribu.

"Momentum mudik Lebaran selalu diiringi dengan peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi," ujar Brellian.

Sebagai informasi, COO BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan, pada tahun ini, jumlah anak hingga cucu usaha BUMN akan dipangkas dari 1.043 entitas menjadi sekitar 300 entitas. Ia pun menegaskan bahwa seluruh BUMN akan terdampak restrukturisasi tersebut, termasuk sektor asuransi.

"Asuransi dari 15 akan menjadi 3, kita akan punya satu life insurance, satu general insurance dan satu credit insurance," jelas Dony dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, dikutip Rabu (11/2/2026).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun buka suara soal wacana Badan Pengelola Informasi (BPI) Danantara yang disebut akan mengurangi jumlah asuransi BUMN melalui merger dan akuisisi.

Saat ditanya tentang kemungkinan perampingan 16 asuransi pelat merah menjadi 3, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, pihaknya masih dalam tahap diskusi dengan holding asuransi pelat merah IFG.

"Oh, itu kita masih bicara dengan IFG. Kita harus bicara dengan IFG untuk bagaimana programnya," ungkap Ogi ditemui di Gedung DPR RI, di Jakarta, Senin, (30/6/2025).

Sebagaimana diketahui, IFG (Indonesia Financial Group) Holding membawahi beberapa perusahaan asuransi, penjaminan, dan investasi. Adapun beberapa anak usaha IFG Holding antara lain, Jasa Raharja, Jamkrindo, dan Askrindo. Selain itu, IFG juga membawahi Jasindo. Dari bagian asuransi jiwa dan kesehatan, IFG memiliki anak usaha IFG Life.

Selain itu, ada juga asuransi umum yang menjadi anak usaha BUMN, diantaranya PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) dan PLN Insurance.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Krakatau Steel (KRAS) Jaminkan Aset Rp 13,94 Triliun ke Danantara


Most Popular
Features