MARKET DATA

Airlangga Beri Bukti ke Prabowo, RI Bisa Kurangi Ketergantungan Dolar

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
16 March 2026 15:03
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Tangkapan Layar Youtube/ Sekretariat Presiden)
Foto: Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Tangkapan Layar Youtube/ Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan perkembangan transaksi tanpa dolar menggunakan mata uang lokalnya atau skema local currency settlement (LCS) di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Airlangga menjelaskan bahwa penggunaan LCS dalam transaksi perdagangan Indonesia dengan sejumlah negara mitra mengalami peningkatan signifikan dalam satu tahun terakhir.

"Dan juga terjadi peningkatan local currency settlement Pak dengan negara-negara Malaysia, Thailand, Jepang, China," ujar Airlangga kepada Prabowo.

Tercatat nilai LCS mencapai US$ 25,56 miliar atau sekitar Rp 431,96 triliun (Asumsi kurs Rp 16.900/US$). Nilai tersebut melonjak dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 12,9 miliar.

Menurutnya, peningkatan transaksi tersebut juga tidak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah dengan Bank Indonesia dalam mendorong penggunaan LCS.

"Jadi itu secara natural saling mengkompensasi. Kemudian sinergi kuat dengan BI," ujarnya.

Airlangga mengungkapkan, apabila tren ini terus didorong maka kebutuhan terhadap dolar AS dalam transaksi perdagangan Indonesia berpotensi menurun. Dengan demikian, tekanan terhadap mata uang dolar dalam sistem pembayaran perdagangan dapat semakin berkurang.

"Jadi kalau terus ini kita dorong maka kebutuhan atau tekanan terhadap dolar akan menurun Pak Presiden," ujarnya.

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Makin Ramai Transaksi Dagang Tanpa Dolar RI Tembus Rp 369,56 T di 2025


Most Popular
Features