MARKET DATA

RI-China Makin Berani Tinggalkan Dolar AS, Sebulan Tembus US$2,7 M

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
19 February 2026 16:50
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Untuk melepas ketergantungan transaksi global dengan dolar Amerika Serikat, Bank Indonesia (BI) tengah mendorong Indonesia untuk terus memperbanyak penggunaan transaksi dengan mata uang lokal alias local currency transaction dalam perdagangan dengan negara-negara lain.

Salah satu negara dengan perkembangan pesat pemanfaatan LCT ialah dengan China, melalui mata uang yuan ataupun renminbi.

Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti mengatakan, dalam satu bulan terakhir tahun lalu, atau tepatnya pada Desember 2025, transaksi LCT dalam bentuk yuan China atau CNY telah menembus level US$ 2,7 miliar, makin tinggi dari rata-rata per bulan sebelumnya di kisaran US$ 1 miliar.

"Transaksi dengan Tiongkok terus mengalami peningkatan, bahkan di bulan Desember, satu bulan saja sudah mencapai US$ 2,7 billion," kata Destry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI secara daring, Kamis (19/2/2026).

Destry memastikan, saat ini BI juga terus melakukan pendalaman pasar valas untuk rupiah dengan Yuan atau Renminbi supaya pemanfaatan LCT terus meninggi ke depannya.

"Ini yang kita terus tingkatkan supaya tidak semua tergantung kepada dolar, dan kita lihat juga supplynya makin lama makin bertambah, tapi memang masih terus dibutuhkan upaya menambah supply CNY dan CNX di pasar valas kita," ucap Destry.

(arj/haa) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article RI & Negara Tetangga Kompak Tinggalkan Dolar AS, Tembus US$14,1 M


Most Popular
Features