Harga Minyak Lompat Lagi, Bursa Asia Berguguran
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar Asia-Pasifik turun pada hari Kamis karena investor bergulat dengan harga minyak yang bergejolak dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, bahkan setelah AS dan sekutunya mengumumkan pelepasan cadangan darurat minyak mentah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menenangkan pasar energi.
Badan Energi Internasional (IEA) berencana untuk melepaskan 400 juta barel minyak menyusul gangguan pasokan akibat perang Iran, tindakan terbesar dalam sejarah organisasi tersebut. IEA tidak menetapkan jadwal kapan stok tersebut akan masuk ke pasar.
AS akan melepaskan 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis untuk membantu menurunkan biaya energi, kata Menteri Energi Chris Wright pada Rabu malam di AS.
Pengumuman ini datang setelah Presiden Donald Trump mengatakan sebelumnya pada hari itu bahwa ia akan menggunakan Cadangan Minyak Strategis untuk menekan harga energi.
Harga West Texas Intermediate naik lebih dari 6% menjadi $92,91 per barel pada pukul 20.07 ET.
Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,56%. Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 1,6%, sementara Topix kehilangan 1,34%. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,75%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 25.756, dibandingkan dengan penutupan terakhir indeks di 25.898,76.
Semalam di AS, Dow Jones Industrial Average turun karena investor terus mengamati perkembangan perang AS-Iran dan harga minyak.
Indeks 30 saham tersebut kehilangan 289,24 poin, atau 0,61%, untuk ditutup pada 47.417,27. Indeks S&P 500 turun tipis 0,08% menjadi 6.775,80, sementara Nasdaq Composite naik tipis 0,08% menjadi 22.716,13.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 7% menjadi US$93,8 per barel pada hari Rabu. Minyak mentah Brent naik nyaris 8% menjadi $99,1 per barel.
(fsd/fsd) Add
source on Google