MARKET DATA

Nikkei 225 Jepang Cetak Rekor Baru, Bursa Asia Dibuka Menguat

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
03 June 2026 08:59
Men look at an electronic stock board showing Japan's Nikkei 225 index at a securities firm in Tokyo Friday, Jan. 4, 2019. Japanese markets have tumbled as they reopened after the New Year holidays, while other Asian indexes are mixed after a technol
Foto: Bursa Jepang (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Rabu (3/6/2026), dengan indeks utama Jepang mencetak rekor tertinggi baru.

Melansir CNBC, Investor tampak mengabaikan ketidakpastian terkait negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran yang bertujuan mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Sentimen pasar masih dibayangi meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Iran telah menempatkan ranjau di sebagian besar wilayah Selat Hormuz serta melakukan serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di jalur pelayaran tersebut.

Rubio menyampaikan pernyataan tersebut dalam kesaksiannya di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS pada Selasa waktu setempat. Kesaksian itu menjadi penampilan pertamanya di Kongres sejak pecahnya perang Iran pada 28 Februari lalu.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada CNBC bahwa Pentagon telah menghancurkan sejumlah besar ranjau laut dan lebih dari 40 kapal penebar ranjau milik Iran. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Selat Hormuz merupakan jalur perairan strategis yang sangat penting bagi pasar energi global. Sebelum perang pecah, sekitar 20% pasokan minyak dunia dikirim melalui selat tersebut sehingga setiap gangguan berpotensi memengaruhi harga energi internasional.

Di pasar saham, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 0,91% dan mencetak rekor tertinggi baru. Indeks Topix juga menguat 0,93%, sementara indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,32%.

Berbeda dengan pasar Jepang dan Australia, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong menunjukkan pelemahan. Hang Seng futures terakhir diperdagangkan di level 25.853, lebih rendah dibandingkan penutupan indeks Hang Seng sebelumnya di posisi 26.038,32.

Sementara itu, pasar saham Korea Selatan ditutup karena libur nasional. Kondisi ini membuat aktivitas perdagangan di kawasan Asia relatif lebih terfokus pada pasar Jepang, Australia, dan Hong Kong.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah melanjutkan kenaikan di tengah kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 1,16% menjadi US$94,92 per barel, sedangkan Brent untuk pengiriman Juli diperdagangkan di kisaran US$96 per barel.

Dari Wall Street, kontrak berjangka S&P 500, Nasdaq 100, dan Dow Jones bergerak cenderung datar menjelang pembukaan perdagangan. Investor masih mencerna rekor baru yang dicetak indeks saham AS pada sesi sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa, indeks S&P 500 naik 0,13% dan ditutup di atas level 7.600 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Indeks Dow Jones menguat 228,91 poin atau 0,45%, sementara Nasdaq Composite mencatat kenaikan tipis sebesar 0,03%.

(fsd/fsd) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Abaikan Sentimen Perang, Bursa Asia Mayoritas Naik


Most Popular
Features