Kinerja Solid, CIMB Niaga Kukuhkan Posisi di Industri Perbankan

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Kamis, 26/02/2026 16:26 WIB
Foto: Dok CIMB Niaga

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mengumumkan laporan keuangan tahun 2025, dengan perolehan laba sebelum pajak konsolidasi (audited) sebesar Rp8,8 triliun. Kinerja ini menghasilkan earnings per share sebesar Rp273,53, yang turut berkontribusi pada pertumbuhan bisnis Bank.

Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, hasil kinerja CIMB Niaga pada tahun 2025 mencerminkan konsistensi performa serta kesehatan fundamental bisnis Bank.

"Sepanjang tahun tersebut, kami berhasil memperkuat posisi likuiditas dan permodalan, di mana hal tersebut semakin memperkuat landasan kami untuk terus bertumbuh sekaligus memastikan untuk senantiasa memberikan nilai jangka panjang," ungkap Lani dikutip Kamis (26/2/2026).


Kerangka manajemen risiko perseroan, menurut Lani, terjaga dengan baik yang tercermin dari kualitas aset, dengan rasio kredit bermasalah bruto (gross non-performing loan/NPL) sebesar 1,81% dan cost of credit (CoC) yang menurun menjadi 0,74%. Pada akhirnya, perolehan return on equity (ROE) sebesar 13,0% menunjukkan kapasitas Bank dalam menghasilkan profitabilitas yang stabil, dengan tetap menjaga profil keuangan yang disiplin dan solid.

"Di tahun 2026, kami akan terus fokus pada pertumbuhan kredit yang prudent, menjaga kualitas aset, memperkuat basis dana murah (current account saving account/CASA), serta menjalankan pengelolaan biaya yang disiplin. Dengan strategi Forward30 sebagai panduan, kami meyakini dapat mempertahankan kinerja yang baik dan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para stakeholders, termasuk nasabah dan masyarakat luas. Komitmen ini juga mencerminkan purpose kami 'Advancing Customers and Society', di mana CIMB Niaga berkomitmen membantu nasabah serta masyarakat Indonesia mewujudkan mimpi dan aspirasinya," tambah Lani.

Selain itu, CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 24,8% dan 86,8%. Total aset konsolidasian adalah sebesar Rp372,7 triliun per 31 Desember 2025, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Dari sisi pendanaan, total Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp270,5 triliun, tumbuh 3,8% secara setahunan (year-on-year/Y-o-Y), dikontribusikan dari pertumbuhan CASA sebesar 10,1% Y-o-Y menjadi Rp189,5 triliun. Kenaikan tersebut turut berkontribusi terhadap melonjaknya rasio CASA menjadi sebesar 70,0%. Hal ini merupakan hasil upaya Bank untuk membina hubungan dengan nasabah yang lebih erat sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan melalui layanan digital.

Adapun jumlah kredit/pembiayaan naik 4,5% Y-o-Y menjadi Rp238,3 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen Perbankan Korporat (+6,7% Y-o-Y), diikuti Perbankan Konsumer (+3,4% Y-o-Y) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) (+2,0% Y-o-Y). Kenaikan di kredit/pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) sebesar 10,1% Y-o-Y.

Sementara itu, kontribusi Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) terus menunjukkan posisinya sebagai salah satu Unit Usaha Syariah terbesar di Indonesia. Per 31 Desember 2025, total pembiayaan mencapai Rp55,7 triliun dan DPK tercatat sebesar Rp50,3 triliun.

CIMB Niaga Syariah juga terus memperkuat struktur dengan mengoptimalkan pendanaan yang efisien, melalui pengembangan jaringan berbasis komunitas dan kemitraan strategis berbasis prinsip syariah. Langkah ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ekosistem keuangan syariah nasional secara lebih luas.

Memperkuat Ekosistem Keuangan Digital yang Terintegrasi

Adopsi digital oleh nasabah terus meningkat sepanjang tahun 2025, didukung komitmen CIMB Niaga untuk menghadirkan inovasi layanan perbankan melalui solusi digital yang terintegrasi. Pada 2025, 91,6% dari total transaksi keuangan nasabah dilakukan melalui kanal perbankan digital, termasuk OCTO (Aplikasi dan Website), BizChannel@CIMB, Anjungan Tunai Mandiri (ATM), serta OCTO Pay (e-money).

Seiring dengan meluasnya penerapan perbankan digital, CIMB Niaga terus mengintegrasikan layanan kantor fisik dan digital melalui konsep Digital Branch dan Digital Hub. Adapun konsep ini menggabungkan kapabilitas layanan mandiri digital dengan tetap mempertahankan sentuhan layanan personal yang ramah khas CIMB Niaga.

Kantor-kantor cabang ini memungkinkan nasabah melakukan layanan seperti pembukaan rekening, penerbitan kartu debit, dan pembaruan Customer Information File (CIF) dalam waktu sekitar lima menit. Hingga 31 Desember 2025, CIMB Niaga telah mengoperasikan 34 Digital Branch dan 28 Digital Hub di seluruh Indonesia.

Sedangkan untuk OCTO (aplikasi dan website), dinilai Lani senantiasa menjadi platform utama untuk memberikan pengalaman digital yang optimal, dengan berbagai fitur unggulan yang memungkinkan nasabah mengelola keuangan sehari-hari secara praktis dalam satu platform, termasuk transfer, pembayaran QRIS dan tagihan, pengajuan pinjaman, layanan asuransi, serta akses investasi. OCTO Call dan OCTO WhatsApp kini juga tersedia di Aplikasi OCTO, sehingga nasabah dapat lebih mudah menghubungi Bank kapan pun membutuhkan, tanpa memerlukan pulsa telepon.

Pada 2025, CIMB Niaga melakukan rebranding dengan mengintegrasikan dua platform perbankan digital yang sebelumnya terpisah, yaitu OCTO Mobile (aplikasi mobile) dan OCTO Clicks (internet banking) menjadi satu digital ecosystem dengan nama OCTO. Melalui integrasi ini, nasabah dapat menyelaraskan kredensial yang dimiliki dengan satu user ID, kemudian mengakses aplikasi atau website secara seamless menggunakan detail login yang sama. Kemudahan ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman perbankan digital yang lebih praktis dan optimal.

CIMB Niaga juga menghadirkan inovasi baru melalui OCTO Savers Payroll, yang ditujukan bagi nasabah payroll untuk mengelola keuangan dari hasil pendapatan mereka. Melalui solusi ini, rekening payroll menjadi titik awal dalam mengatur pengeluaran, transaksi, dan perencanaan keuangan melalui layanan digital OCTO.

Selain bebas biaya administrasi bulanan dan transaksi tanpa biaya, OCTO Savers Payroll juga menawarkan suku bunga dan promo khusus untuk produk tabungan dan pinjaman, termasuk akses likuiditas jangka pendek melalui fasilitas pembiayaan digital OCTO Loan dengan limit hingga Rp10 juta.

Nasabah juga dapat menikmati kemudahan investasi lewat OCTO melalui #GetWealthSoon, yang menghadirkan serangkaian akses untuk membeli dan menjual emas, reksa dana, serta obligasi ritel dan korporasi. Beragam kemudahan ini juga dilengkapi dengan tools untuk melakukan monitoring atas portofolio dan kinerja investasi yang dimiliki nasabah.

Transaksi finansial melalui aplikasi dan website OCTO meningkat sebesar 48% pada tahun 2025, di mana pencapaian ini merefleksikan peningkatan engagement nasabah yang semakin kuat dengan platform digital Bank. Melalui inovasi berkelanjutan, CIMB Niaga tetap berkomitmen menghadirkan pengalaman perbankan yang simple, terhubung dan relevan dengan kebutuhan finansial nasabah.

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, CIMB Niaga terus meningkatkan customer experience dengan menawarkan berbagai produk dan layanan yang komprehensif melalui 394 cabang dan jaringan (termasuk 31 Digital Lounge). Per 31 Desember 2025, jaringan Bank secara nasional didukung oleh 2.786 ATM (termasuk Cash Remittance Machine dan Multidenom Deposit Machine) serta 707.256 EDC, QR dan e-Commerce.

Komitmen Pada Keberlanjutan & Pemberdayaan Masyarakat

Pada tahun 2025, Bank terus mewujudkan komitmen untuk memajukan nasabah dan masyarakat melalui inisiatif keberlanjutan dan dampak sosial yang terintegrasi. CIMB Niaga mencatat pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp59,5 triliun (25% dari total pembiayaan), yang didorong oleh ekspansi pembiayaan ke sektor energi terbarukan, segmen UMKM, serta pertumbuhan signifikan pada program sustainability-linked loan dan solusi lainnya dalam portofolio pembiayaan berkelanjutan non-ritel. Hingga Desember 2025, perseroan mencatat bahwa 70% dari portofolio pembiayaan kelapa sawit telah tersertifikasi keberlanjutan.

Bank juga terus meningkatkan efisiensi energi operasional melalui pemasangan panel surya di dua gedung kantor, modernisasi peralatan kantor, serta pembelian Sertifikat Energi Terbarukan (Renewable Energy Certificates/REC). Inisiatif ini memungkinkan CIMB Niaga mencapai target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Cakupan 1 dan 2 sebesar 46% dibandingkan posisi awal (baseline) tahun 2019.

Selain itu, bersama CIMB Group, Bank secara rutin memantau pencapaian target dekarbonisasi interim pada enam sektor dengan intensitas emisi karbon tinggi, yaitu tambang batu bara termal, kelapa sawit, semen, ketenagalistrikan, real estat, serta minyak dan gas bumi. Hingga 2024, lebih dari 50% atau empat dari enam target Net Zero sektor spesifik tahun 2030 telah menunjukkan kinerja sesuai dengan skenario acuan.

CIMB Niaga juga terus memberikan dampak sosial dan lingkungan melalui empat pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), mencakup pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, serta iklim dan lingkungan.

Pada 2025, inisiatif ini menjangkau lebih dari 10.000 penerima manfaat di bidang pendidikan, dan mendukung sekitar 3.300 penerima manfaat melalui program #CegahStunting bekerja sama dengan UNICEF. Dalam pilar pemberdayaan ekonomi serta iklim dan lingkungan, Bank memberdayakan hampir 1.000 UMKM, termasuk usaha yang dimiliki wanita dan penyandang disabilitas di Indonesia Timur, serta menanam lebih dari 115.000 pohon bambu dengan potensi penyerapan karbon lebih dari 15.000 ton CO₂.

"Pencapaian keberlanjutan kami dalam pembiayaan, dekarbonisasi, dan pemberdayaan masyarakat mencerminkan komitmen CIMB Niaga untuk tumbuh secara bertanggung jawab sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan. Kami akan terus mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi bisnis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan resilient," tutup Lani.

 


(rah/rah) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Laba Bank Mega Sepanjang 2025 Terbang 28%