Harga Minyak Menguat, Pasar Pantau Ketat Perkembangan Timur Tengah
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia menguat tipis pada perdagangan Rabu (25/2/2026) dan bertahan di kisaran tertinggi beberapa bulan terakhir. Pelaku pasar masih memantau perkembangan geopolitik Timur Tengah di tengah sinyal bertambahnya pasokan global.
Berdasarkan Refinitiv, harga minyak jenis Brent pada penutupan 25 Februari 2026 tercatat US$71,45 per barel, naik dari posisi sebelumnya US$70,77 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) ditutup di US$66,21 per barel, lebih tinggi dibandingkan US$65,63 per barel sehari sebelumnya.
Pergerakan harga menunjukkan minyak masih berada dalam tren menguat sejak pertengahan Februari. Brent sempat berada di kisaran US$67 per barel pada 17 Februari sebelum kembali naik ke atas US$71 per barel. WTI juga meningkat dari sekitar US$62 per barel menuju kisaran US$66 per barel dalam periode yang sama.
Melansir Reutrers, pasar mencermati rencana perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai dapat memengaruhi stabilitas pasokan minyak global. Ketegangan di kawasan Timur Tengah sempat memicu kekhawatiran gangguan distribusi minyak sehingga menopang harga.
Iran merupakan salah satu produsen penting di dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries. Gangguan produksi dari negara tersebut berpotensi memengaruhi pasokan global, terutama ketika produksi dari kawasan lain belum meningkat signifikan.
Di sisi lain, pasar juga memperhitungkan potensi tambahan pasokan dari Venezuela. Penggunaan kapal tanker berkapasitas besar diperkirakan mempercepat ekspor minyak negara tersebut ke pasar internasional, terutama ke kawasan Asia.
Faktor lain yang menjadi perhatian adalah perkembangan persediaan minyak di Amerika Serikat. Data industri menunjukkan stok minyak mentah meningkat cukup besar dalam sepekan terakhir, sementara persediaan bensin dan produk olahan mengalami penurunan.
Kondisi tersebut membuat pergerakan harga relatif terbatas. Investor cenderung menunggu perkembangan negosiasi geopolitik serta perubahan pasokan global sebagai penentu arah harga minyak berikutnya.
CNBCÂ Indonesia
(emb/emb) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]