MARKET DATA

Ada Faktor Iran, Harga Minyak Dunia Kembali Menguat

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
13 January 2026 10:55
minyak dunia
Foto: minyak dunia

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa pagi (13/1/2026). Melansir dari Refinitiv Brent berada di level US$63,91 per barel, sementara WTI di US$59,54 per barel.

Kenaikan ini memang tipis dibandingkan sehari sebelumnya, tetapi secara struktur pasar, harga kini bertahan di area tertinggi sejak akhir 2025.

Dalam sepekan terakhir, Brent telah naik dari kisaran US$59,96 per barel pada 7 Januari menjadi hampir US$64. WTI bergerak dari US$55,99 ke US$59,54 pada periode yang sama. Ini menandakan pasar tidak lagi sekadar bereaksi terhadap data harian, melainkan sedang membangun ekspektasi baru terhadap risiko pasokan global.

Pemicunya datang dari Iran salah satu produsen terbesar OPEC dan saat ini sedang dilanda gelombang protes terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Ancaman sanksi tambahan dan potensi eskalasi militer dari Amerika Serikat membuat pasar mulai menghitung ulang risiko pasokan dari Teluk Persia.

Barclays bahkan menilai gejolak Iran sudah menyuntikkan premi geopolitik sekitar US$3-4 per barel ke harga minyak.

Inilah mengapa harga tidak turun meskipun ada kabar kembalinya minyak Venezuela ke pasar. Setelah perubahan politik di Caracas, Amerika Serikat disebut berpotensi menerima hingga 50 juta barel minyak Venezuela. Secara teori, tambahan pasokan sebesar ini seharusnya menekan harga. Namun, pasar melihat risiko Iran jauh lebih struktural dibanding potensi suplai Venezuela yang masih penuh ketidakpastian logistik dan sanksi.

Artinya, keseimbangan pasar saat ini ditentukan oleh rasa aman terhadap jalur distribusi minyak global. Selama risiko Iran belum mereda, setiap tambahan pasokan dari Venezuela hanya berfungsi sebagai penahan kenaikan, bukan pembalik tren.

Melansir dari Reuters, dari sisi teknikal, Brent kini stabil di atas US$63 per barel, level yang dalam dua bulan terakhir sering menjadi titik tarik-menarik antara pembeli dan penjual. WTI juga mulai nyaman di atas US$59 per barel, mengindikasikan bahwa pasar sudah menerima harga yang lebih mahal dibandingkan awal Januari.

CNBC Indonesia

(emb/emb)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pasokan Global Kian Tipis, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik


Most Popular
Features