MARKET DATA

Dolar AS Perkasa di Asia, Bos BI Ungkap Penyebabnya!

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
19 February 2026 14:22
FILE PHOTO: U.S. dollar and China yuan notes are seen in this picture illustration June 2, 2017. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo
Foto: Foto ilustrasi dolar amerika dan yuan china. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia-Situasi pasar keuangan global masih diliputi oleh ketidakpastian yang muncul dari Amerika Serikat (AS). Hal ini terlihat pada pergerakan aliran modal hingga perkembangan nilai tukar.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan, ruang penurunan suku bunga acuan AS atau Fed Fund Rate masih terbuka seiring dengan pasar tenaga kerja yang masih lemah. Sementara US Treasury tenor panjang tetap tinggi karena peningkatan risiko fiskal AS.

"Aliran modal ke negara berkembang terjadi selektif, terutama ke saham dan obligasi jangka pendek," jelasnya dalam konferensi pers, Kamis (19/2/2026).

Indeks Dolar AS secara umum melemah terhadap mayoritas mata uang, kecuali di Asia. Sementara permintaan emas terus meningkat.

"Indeks dolar AS khususnya di negara Asia , di Asia DXY justru menguat dengan perkembangan nilai tukar di China," ujarnya

"Ke depan ketidakpastian global tetap tinggi sehingga perlu kewaspadaan dan respons kebijakan untuk dorong pertumbuhan lebih tinggi," kata Perry.

(mij/mij) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Dolar AS Tembus Rp16.600, Bos BI: Rupiah Akan Stabil & Balik Menguat


Most Popular
Features