BBCA Jadi Sasaran Utama Aksi Jual Asing, Net Sell Tembus Rp 626,2 M

mkh, CNBC Indonesia
Kamis, 12/02/2026 07:45 WIB
Foto: Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Tekanan jual asing kembali membayangi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Pada perdagangan kemarin, Rabu (12/2/2026) BBCA kembali menjadi saham dengan net sell asing terbesar. 

Net foreign sell di BBCA tercatat sebesar Rp 626,2 miliar. Angka ini di atas total net sell asing di pasar saham Tanah Air yang sebesar Rp 526,6 miliar pada periode yang sama. 

Asing melakukan penjualan BBCA di rata-rata harga Rp 7445,1. Di tengah tekanan aksi jual asing, saham BBCA merosot 0,33% ke level 7.450. 


Adapun aksi jual asing kemarin menambah tebal net foreign sell BBCA sejak awal pekan. Dalam tiga hari perdagangan terakhir, saham BBCA kena net sell Rp 1,67 triliun. Pada periode yang sama, saham BBCA turun 2,93%.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan dan mencapai level psikologis 8.200. Indeks ditutup melesat 1,96% ke level 8.290,97 pada penutupan perdagangan Rabu (11/10/2026).

Nilai transaksi ramai, tembus Rp29,80 triliun, melibatkan 62,06 miliar saham dalam 3,40 juta kali transaksi. Sebanyak 544 saham naik, 156 turun, dan 122 tidak bergerak.

Ini adalah hari ketiga IHSG berada di zona hijau. Secara berurutan sejak awal pekan, IHSG ditutup naik 1,22% dan 1,24%.

Sejumlah kabar negatif tidak kembali menyeret IHSG ke zona merah. Sebagaimana diberitakan sebelumnya pada akhir pekan lalu, Moody's memangkas outlook lima bank besar di Indonesia dari stabil menjadi negatif. 

Kemudian pada Selasa (10/2/2026), FTSE Russell mengumumkan untuk menunda peninjauan indeks Indonesia periode Maret 2026. 

Berdasarkan masukan dari External Advisory Committees FTSE Russell, terdapat potensi peningkatan turnover serta ketidakpastian dalam penentuan persentase free float saham di tengah implementasi rencana reformasi pasar modal Indonesia.

FTSE Russell menyatakan akan terus memantau perkembangan implementasi reformasi pasar modal Indonesia. Pembaruan selanjutnya akan disampaikan menjelang pengumuman FTSE Global Equity Index Series (GEIS) untuk kuartalan Juni 2026 yang dijadwalkan pada Jumat, 22 Mei 2026.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: FTSE Russel Tunda Review Saham RI, IHSG Masih Menguat 1,26%