Bos BI Bilang Sentimen MSCI Jadi Pelajaran Positif RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan mengenai rating pasar modal Indonesia dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Destry menilai ini adalah pelajaran positif. Jika menilai dari laporannya, Destry melihat MSCI khawatir dengan proyeksi ke depan. Oleh karena itu, dia merasa pemerintah dan otoritas terkait perlu lebih jelas ke depannya.
"Ini kan ada perubahan dengan tujuan yang sama Indonesia maju, termasuk yang jadi catatan menjaga volatilitas di rupiah dan pasar keuangan ini jadi masukan sangat positif," katanya acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Destry memastikan di dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), pemerintah, BI, OJK dan LPS, juga membahas pekerjaan rumah yang bisa dijalankan masing-masing instansi. Pembicaraan dan pembagian pekerjaan rumah ini juga melibatkan Danantara yang menjadi bagian dari pemerintah.
"Ada Danantara menjadi bagian dari pemerintah karena Danantara perpanjangan tangan mendorong pertumbuhan. kami positive thinking saja melihatnya," paparnya.
Pejabat sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan komunikasi dan koordinasi dengan MSCI masih berlanjut. Pertemuan yang diagendakan tanggal 11 Februari 2026 akan membahas secara teknis terkait penyesuaian kebijakan free float saham-saham Indonesia.
"Pertemuan lanjutan di level teknis akan dilakukan kembali pada hari Rabu ini tanggal 11 Februari 2026," ujarnya di gedung BEI Jakarta, dikutip Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, regulator pasar modal merespons secara lebih cepat berbagai masukan dan perhatian dari MSCI, khususnya terkait keterbukaan informasi free float dan struktur kepemilikan saham.
Menurutnya, BEI telah mencermati masukan yang disampaikan oleh MSCI serta mengambil langkah responsif dan terukur. Pertemuan dengan MSCI telah dilakukan sejak tanggal 2 Februari 2026, kemudian tanggal 5 Februari SRO dan OJK telah mengirimkan proposal ke MSCI.
"Bursa Efek Indonesia dan KSEI juga telah mengajukan beberapa inisiatif kepada MSCI yang selaras dengan 8 rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar odal Indonesia yang kami targetkan akan dapat dipenuhi sebelum akhir April tahun 2026 ini," jelasnya.
Adapun inisiatif yang diajukan kepada MACI antara lain, penyempurnaan klasifikasi investor di KSEI dari 9 kategori yang ada di struktur SID menjadi 28 subkategori investor. "Guna menyediakan informasi struktur kepemilikan yang lebih rinci dan akurat," ucapnya.
(haa/haa)