MARKET DATA

Ini Arahan Prabowo ke Danantara Buat Bursa Saham Indonesia

Romys Bhinekasri,  CNBC Indonesia
04 February 2026 19:25
Presiden Prabowo dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Presiden Prabowo dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk industri pasar modal Indonesia. Kabarnya Prabowo ikut memberikan masukan dalam merespons fenomena yang terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terguncang karena mengumuman penyesuaian free float dari MSCI.

"Arahannya bahwa bursa kita ini harus sesuai dengan standar yang paling tinggi. Standar internasional yang tinggi, karena itu kan juga menciptakan kepercayaan [investor]," kata Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, pasar modal harus berjalan dengan sangat transparan karena sangat menentukan kenyamanan berinvestasi baik partisipasi modal, serta untuk menentukan investasi dalam jangka panjang lainnya.

Beberapa waktu lalu, Danantara bersama pemerintah sempat mengadakan pertemuan untuk membahas fenomena yang terjadi di pasar saham akibat merespons sikap MSCI. Dalam pertemuan itu, Danantara menyampaikan perkembangan terkini sekaligus memberikan masukan untuk industri pasar modal.

"Kami bersama-sama dengan kementerian yang memiliki bidang perekonomian itu. Bersama-sama dengan Pak Airlangga, dengan Pak Purbaya, menyampaikan ke beliau perkembangan apa, terus apa yang dilakukan dalam rangka, Kita tidak hanya merespons MSCI, tapi untuk lebih meningkatkan Bursa kita," jelasnya.

Ia menambahkan, industri pasar modal Indonesia harus menjadi lebih baik dan lebih transparan untuk mengembalikan kepercayaan pada investor baik domestik maupun asing.

"Lebih transparan dan kepercayaannya juga lebih meningkat, baik dalam maupun luar negeri. Gitu yang kita sampaikan," tutupnya.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article OJK Beberkan Bukti Pasar Modal RI Tahan Banting!


Most Popular
Features