IHSG Pangkas Koreksi, Ditutup Turun 4,88%

mkh, CNBC Indonesia
Senin, 02/02/2026 16:42 WIB
Foto: Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (28/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah hari ini, Senin (2/2/2026). Indeks ditutup turun 4,88% atau -406,88 poin ke level 7.922,73. 

Sebanyak 753 saham turun, 142 tidak bergerak, dan hanya 63 yang naik. Nilai transaksi mencapai Rp 29,12 triliun, melibatkan 48,09 miliar saham dalam 2,89 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar berada di level Rp 14.240 triliun. 

Kendati menutup perdagangan di zona merah, IHSG berhasil memangkas koreksi pada akhir perdagangan. Sepanjang hari, indeks bergerak di zona koreksi -5%, bahkan sempat turun lebih dari 6% dan menyentuh level 7.820,23. 


Mengutip Refinitiv, seluruh sektor berada di zona merah. Bahan baku turun paling dalam dengan penurunan -11,71%. Kemudian diikuti oleh energi -9,21%, konsumer non-primer -8,64%, properti -8,61%, industri -5,5%, utilitas -5,33%, teknologi -5,08%. Sisanya, konsumer primer hingga kesehatan turun kurang dari 2%. 

Emiten Prajogo Pangestu menjadi pemberat utama dengan kontribusi empat saham yang masuk dalam Top 10 laggard. Secara total, Barito Pacific (BRPT), Barito Renewables Energy (BREN), Chandra Asri Pacific (TPIA), dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menyumbang bobot -61,38 indeks poin. 

Dana asing mulai kembali ke pasar modal Tanah Air pada sesi 1 hari ini, Senin (2/2/2026). Asing mencatat net buy Rp 577,4 miliar.
Saham-saham pertambangan dan energi menjadi incaran. Archi Indonesia (ARCI), Darma Henwa (DEWA), Merdeka Gold Resources (EMAS), hingga Antam (ANTM) masuk dalam daftar net buy asing terbesar hingga siang ini.

Secara total asing melakukan aksi beli saham senilai Rp 5,7 triliun dan jual Rp 5,1 triliun.

ARCI, EMAS, DEWA, dan ANTM masing-masin membukukan net buy Rp 71,5 miliar, Rp 55,2 miliar, Rp 54,6 miliar, dan Rp 36,5 miliar.

Adapun pasar tengah menunggu hasil pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin sore (2/2/2026). Pertemuan ini membawa misi untuk memulihkan kredibilitas pasar saham Indonesia.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: IHSG Ambruk 5%, Longsor ke Level 7.900-an