CLOSE AD
MARKET DATA

Breaking News! IHSG Tancap Gas Naik 2%

mkh,  CNBC Indonesia
30 January 2026 09:18
Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (28/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (28/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin kuat pagi ini, Jumat (30/1/2026). Indeks dibuka naik 1,06% ke level 8.319,15.

Setelah 15 menit perdagangan, IHSG melanjutkan penguatan dengan naik 170,57 poin atau 2,07% ke level 8.402,77. 

Sebanyak 555 saham naik, 112 turun, dan 291 belum bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 4,98 triliun, melibatkan 6,49 miliar saham dalam 465.800 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun terangkat naik menjadi Rp 15.205 triliun.

Adapun meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Kamis (29/1/2026). Akan tetapi IHSG berhasil memangkas koreksi dari sempat menyentuh -10% menjadi -1%.

IHSG memangkas koreksi seiring dengan pernyataan dari Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar bersama Self Regulatory Organizations yang memastikan penyesuaian yang diperlukan dilakukan agar metodologi dan data free float Indonesia dapat memenuhi kebutuhan penilaian indeks global, termasuk MSCI.

Langkah awal dilakukan dengan menindaklanjuti penyesuaian data free float yang telah dipublikasikan Bursa Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia, antara lain dengan mengecualikan investor dalam kategori korporasi dan others dalam perhitungan free float, serta memublikasikan porsi kepemilikan saham di atas dan di bawah 5% untuk setiap kategori investor.

Selain itu, OJK juga berkomitmen memenuhi permintaan tambahan MSCI terkait penyediaan informasi kepemilikan saham di bawah 5% yang disertai kategori investor dan struktur kepemilikannya. Penyempurnaan ini akan mengacu pada best practice internasional agar transparansi dan keterbandingan data Indonesia semakin sejajar dengan pasar global.

Ke depan, SRO juga akan menerbitkan aturan free float minimum 15% dalam waktu dekat dengan prinsip transparansi yang kuat, disertai pengawasan yang terukur dan akuntabel.

Sebagai catatan, OJK menegaskan emiten yang tidak mampu memenuhi ketentuan free float dalam jangka waktu yang ditetapkan berisiko dikenakan exit policy, yakni delisting.

Selain itu, terdapat satu catatan penting yang mencuri perhatian pelaku pasar pada perdagangan kemarin, yakni lonjakan nilai transaksi harian yang sangat jumbo.

Nilai transaksi bursa kemarin mencapai Rp68,18 triliun, menjadikannya nilai transaksi harian terbesar sepanjang sejarah perdagangan Bursa Efek Indonesia, dengan catatan tidak memasukkan transaksi negosiasi.

Sebagai perbandingan, rekor transaksi bursa sebelumnya terjadi pada 19 September 2025 dengan nilai Rp69,48 triliun. Namun, pada saat itu sekitar Rp32,4 triliun berasal dari transaksi negosiasi saham DSSA, sehingga nilai transaksi reguler jauh lebih kecil dibandingkan perdagangan Kamis kemarin.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Turun 1,21% Hari Ini, 557 Saham Turun


Most Popular
Features